Kisah Kakak Beradik Asal Lampung Selatan yang Cacat Fisik Sejak Lahir
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Rabu, 19 Oktober 2016

Kisah Kakak Beradik Asal Lampung Selatan yang Cacat Fisik Sejak Lahir

Kisah Kakak Beradik Asal Sidomulyo yang Cacat Fisik Sejak Lahir
Foto: Penderita Bibir Sumbing dan Penderita Pergeseran Tulang Belakang


Kaliandanews.com, Katibung - Kisah kali ini berasal dari Keluarga Bapak Syawal Hadi, warga Desa Sidomekar Dusun Talang Baru RT 01 RW 03 Kecamatan Katibung. Bapak Syawal Hadi harus sabar serta ikhlas dengan kondisi keluarganya kini yang terbilang cukup memperihatinkan. Bagaimana tidak, pak Syawal yang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dan Pekerja Serabutan ini, dengan lapang dada menerima kondisi kedua anaknya yang menderita cacat fisik sejak lahir.

Berdasarkan pantauan kaliandanews.com, anak dari bapak Syawal Hadi yang bernama Arif Ramadhan Kamil Berusia 6 Tahun, menderita cacat fisik pergeseran Tulang Ekor sejak lahir. Kondisi ini membuat aktifitas keseharian sang anak hanya bisa tidur dan berguling-guling saja dilantai dan tempat tidurnya.

Tak cukup sampai disitu cobaan yang diterima pak Syawal Hadi, kini dia juga harus lebih sabar dan ikhlas menerima kelahiran anak keduanya yang menderita Bibir Sumbing. Memang Benar adanya, pada saat tim Kaliandanews dan KMLS (Komunitas Masyarakat Peduli Lampung Selatan) berkunjung ke kediamannya. Gadis Mungil bernama Risa Oktaria Asyffa yang lahir pada 13 Oktober 2016 beberapa waktu lalu. Dalam senyum manisnya Gadis Mungil ini diberi sebuah kado indah dari yang Maha Kuasa dengan sedikit perhiasan Bibir Sumbing di mulutnya.

Humas KMPLS Syah Alam dan Junetidi menuturkan, Kondisi Bapak Syawal Hadi ini sungguh sangat mengharukan dan memprihatinkan. Dengan keadaan Ekonomi yang terbilang jauh dari kata cuku, pak Hadi juga dibebani dengan kondisi kedua anaknya yang mengalami Cacat Fisik. "Memanglah sangat mengharukan kondisi pak Hadi ini, kondisinya sangat miris, kondisi perekonomian yang kurang ditambah kondisi kedua anaknya yang seperti ini mas". Tuturnya.

Bapak Syawal Hadi (40) dan sang Istri Ibu Asmariah (37), hanya bisa mengharapkan uluran tangan Pemerintah setempat dari para Dermawan yang prihatin melihat kondisi keluarga mereka. Diakhir perbincangan pak Syawal Hadi berkata, dengan kondisi seperti ini, darimana lagi saya mendapatkan bantuan kalau bukan uluran tangan dari para Dermawan dan Pemerintah.

"Kadang Malam hari itu mas, dengan tatapan kosong, saya melihat kedua buah hati saya yang banyak kekurangan ini, saya tidak pernah menyerah dan terus berusaha bekerja serta memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan. Semoga ada orang yang bisa membantu meringankan beban kami" Tutup pak Hadi dengan penuh harapan.
Semangat pak Hadi!!

Laporan: KMPLS
Editor    : Yunizar Adha