Dikasih Pil "Narkoba" Gratis, 50 Remaja di kendari Mengamuk dan Berhalusinasi, 1 Tewas
-->
Kategori Berita

Header Menu

Kamis, 14 September 2017

Dikasih Pil "Narkoba" Gratis, 50 Remaja di kendari Mengamuk dan Berhalusinasi, 1 Tewas

Dikasih Pil "Narkoba" Gratis, Puluhan Anak dan Remaja Mengamuk dan Berhalusinasi, 1 Tewas
Salah satu remaja yang menjadi korban | Foto: ist
Kaliandanews.com - Bahaya narkoba semakin nyata, puluhan anak dan remaja mengamuk diiringi halusinasi parah usai mengonsumsi pil diduga mengandung narkoba. Mereka mencampur pil tersebut ke dalam minuman.

Menurut informasi yang diperoleh, para korban mendapatkan pil tersebut secara gratis dari orang tidak dikenal. Obat tersebut pun ada yang berbentuk tablet dan juga cair.

"Obat itu ada yang dalam bentuk cair dan juga dalam bentuk tablet. Yang cair dicampur ke dalam minuman. Sampai saat ini kami belum bisa pastikan jenis obat apa yang dikonsumsi para korban itu," ujar Murniati Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Kamis (14/9) .

"Ada dalam bentuk cair dan dalam bentuk tablet. Informasi yang kami peroleh pelajar SD yang mengkonsumsi itu karena dicampur dengan minumannya," tambahnya.

Korban, lanjutnya, sebagian besar dari anak usia sekolah dasar, SMP, SMA bahkan ibu rumah tangga dan pegawai tak luput dari sasaran pelaku.

"Bahkan satu orang korban yang masih kelas VI SD meninggal karena mengkonsumsi jenis obat tersebut, setelah sebelumnya mendapat perawasan di rumah sakit," tuturnya.

BNN menganggap kondisi tersebut merupakan kejadian luar biasa lantaran menyasar anak-anak dan berjumlah hingga 50 orang bahkan ada satu tewas.

Untuk itu, kata Murniati, pihaknya terus memantau di sejumlah rumah sakit, terutama di Rumah Sakit Jiwa Kendari.

"Kami masih terus melakukan pemantauan di sejumlah rumah sakit, terutama di Rumah Sakit Jiwa Kendari, karena tidak menutup kemungkinan masih akan terus bertambah orang yang datang membawa keluarganya karena mengalami gelaja yang aneh," tandasnya.

Hingga ini berita ini diturunkan puluhan korban "narkoba" tersebut masih mendapat perawatan di beberapa rumah sakit, untuk menghindari amukan, pihak rumah sakit mengingat tangan dan kaki mereka di tempat tidur. (Red)