Komisi C DPRD Lamsel Monitoring di Kecamatan Way Panji
KANAL
Cari Berita

Komisi C DPRD Lamsel Monitoring di Kecamatan Way Panji

Selasa, 19 September 2017

WAY PANJI, KALIANDANEWS – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melakukan pengawasan (monitoring, red) di Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, Selasa (19/09/2017).
Rombongan anggota DPRD tersebut yang dipimpin Ketua Komisi C Ir. Sunyata meninjau sejumlah bangunan fisik dikecamatan Way Panji, salah satunya pembangunan jalan hotmix yang menggunakan anggaran tahun 2017. Jalan tersebut merupakan jalan poros penghubung antar kecamatan yakni, Kecamatan Way Panji dan Kecamatan Sidomulyo.

Disela monitoring tersebut, salah satu anggota Komisi C DPRD Lamsel Sukardi mengatakan, hasil monitoring yang dilakukan, pengerjaan jalan tersebut diduga belum maksimal.

“Hasil kerjanya kurang baik, seharusnya sebelum overlay dilaksanakan penyiapan badan jalan harus dimaksimalkan terutama pada existing yang memerlukan leveling sehingga bentuk badan jalan akan jelas kemiringannya,” beber Sukardi kepada sejumlah awak media.

Dirinya mengatakan, ada satu hal yang sering dianggap tidak penting oleh pihak rekanan yakni tentang compacting / pemadatan yang tidak maksimal. Padahal ini, ujarnya, berdampak pada hasil overlay yang tidak maksimal karena pondasinya masih bergerak atau labil.

“Kemudian masalah yang sangat memprihatinkan yaitu adanya rumput yang ada di bahu jalan yang tidak di Land Clearing terlebih dahulu sehingga ikut terkena aspal,” tambahnya.

Lebih jauh Sukardi membeberkan, memulai pelaksanaan pekerjaan saat overlay sebelumnya harus dibersihkan dahulu dengan compresor pasir. Kemudian disprayer teak coat.

“Fakta dilapangan hal itu tidak dilakukan, sehingga kami menemukan lapis hotmix yang baru tiga hari sudah lepas karena tidak menyatu dengan badan jalan karena adanya kotoran yang belum dibersihkan saat dilakukan Hotmx,” ujarnya.

Selain itu juga kurangnya passing alat PTR yang menjadi kunci kepadatan hotmix tersebut yang seharusnya minimal dalam satu sisi 6 h 8 lintasan baru disiram air dengan empat lintasan.

“Yang terjadi dilapangan tidak demikian tiga lintasan dan tidak disiram air terlihat dari hasil kerja secara visual terlihat kusam dan tidak mengkilat,” pungkasnya. (Red).

BERITA LAINNYA