Pukuli 4 Anak Yang Mencuri Jeruk Dagangan, Warga Sidomulyo Dilaporkan Ke Polisi
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Senin, 26 November 2018

Pukuli 4 Anak Yang Mencuri Jeruk Dagangan, Warga Sidomulyo Dilaporkan Ke Polisi


orang tua korban saat melapor ke kepolisian

KALIANDA, KALIANDANEWS – Salah seorang warga Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan, dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran diduga menganiaya empat orang anak dibawah umur, (26/11/18).
 
Menurut keterangan orang tua salah seorang anak yang menjadi korban pemukulan, yang juga warga desa Sidodadi tersebut, pihaknya melapor ke kepolisian lantaran pelaku yang berinisial WS,  telah melakukan pemukulan terhadap anaknya.

“Jadi mereka (anaknya, red) mencuri buah di warung buah pelaku, 5 biji, kelihatanlah sama yang punya, setelah itu anak anak ini dipukuli,” kata Amril salah satu orang tua korban pemukulan kepada Kaliandanews di Mapolres Lamsel.

Ia melanjutkan, awalnya sudah ada perdamaian yang dilakukan oleh kedua belah pihak setelah kejadian tersebut. Namun belakangan WS diketahui menyebarkan video anak anak tersebut kea kun media sosialnya dan menyebabkan anak anak tersebut trauma.

“Abis itu diintrogasi di gardu, udah dilarang sama mantan lurah situ, tapi ada videonya pemukulan disebarkan. Anak saya gara gara itu mau pindah sekolah, malu katanya, padahal dia udah kelas 3. Kita kecewa dengan video yang viral itu, kita juga sudah ganti terpal yang disobek anak anak itu mas. Anak saya bengkak pipinya dipukul itu, dua hari itu susah makan,” terang dia.

Sementara kuasa hokum keempat anak tersebut, Hasanudin, SH mengatakan pihaknya juga telah melakukan visum terhadap para korban yang diklaim mengalami beberapa luka lebam di wajah dan bagian tubuh anak anak tersebut.

“Keemat orang anak itu sudah diberikan terapi oleh PP dan PA. Pelapor pertama sudah di visum, 3 lainnya akan divisum hari ini juga. Sudah ada perdamaian, kemudian ternyata kelurga anak korban ini baru tau itu video viral, sehingga orang tua merasa dipermalukan dan anak anak trauma krena dibully disekolah. (Kur)