PT. San Xiong Kembali Telan Korban, Wahrul Fauzi Bidik Sarana K3
-->
Kategori Berita

Header Menu

Jumat, 25 Juni 2021

PT. San Xiong Kembali Telan Korban, Wahrul Fauzi Bidik Sarana K3

 



BANDAR LAMPUNG, KALIANDANEWS - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi membidik sarana dan prasarana Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan kerja (K3) milik PT. San Xiong Steel Indonesia yang berlokasi di Desa Tarahan Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Berita Terkait: Kecelakaan Kerja Terjadi Lagi di PT. San Xiong Steel, Korban Sekarat!


Hal itu lantaran, baru-baru ini kecelakaan kerja kembali terjadi hingga korban dalam kondisi kritis. Menurutnya, dengan track record itu, seharusnya pihak perusahaan belajar dari pengalaman tersebut untuk lebih memperhatikan K3.


Berita Terkait: Kunker Ke PT. SXS, Komisi D DPRD Lamsel: K3 dan Kesejahteraan Karyawan Harus Terjamin


“ PT. San Xiong ini kan sebelumnya pernah ditutup sementara karena terjadi kecelakaan kerja. Arahannya adalah jelas agar infrastuktur K3 nya untuk di lengkapi. Kok sekarang terjadi lagi, ungkap wahrul fauzi Silalahi mempertanyakan, pada Jum’at, 25 Juni 2021.


Berita Terkait: Sedih! Pegawai Kena Besi Panas Lagi, PT. San Xiong Steel Ditutup


Selain itu, Mantan Direktur LBH Bandar Lampung, yang juga dikenal sebagai pengacara rakyat ini mengatakan bahwa keselamatan kerja sangan berpengaruh terhadap produktivitas yang mengarah apda perusahaan


Berita Terkait: Datangi Kantor Bupati, Pekerja PT. San Xiong Tunjukan Luka Bakar


“Kesehatan dan keselamatan kerja ini berpengaruh pada produktivitas kerja bagi para buruh. Artinya, kalau buruh sudah merasa aman, otomatis kerja akan lebih produktif. Jangan sampai para buruh ini tindak nyaman atau was was saat bekerja, jelasnya.


Wahrul juga menegaskan agar pihak perusahaan bertanggungjawab penuh atas kejadian ini serta serius dalam mengimplementasikan K3.


Berita Terkait: Kunker Ke PT. SXS, Komisi D DPRD Lamsel: K3 dan Kesejahteraan Karyawan Harus Terjamin


“Info yang saya dapat, korban ini pernah juga mengalami kecelakaan kerja pada saat meledaknya tungku di perusahaan ini. Info yang lain bahwa APD para buruh juga belum standar, sehingga seringkali terkena percikan panas dari peleburan besi, tegasnya. (Red)