Suka Ngelem? Ingat Kebiasaan Ngelem Bisa Bikin Mati Mendadak
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Selasa, 05 April 2016

Suka Ngelem? Ingat Kebiasaan Ngelem Bisa Bikin Mati Mendadak

[caption id="" align="alignnone" width="640"]bahaya menghirup lem bagi tubuh Bahaya Ngelem | Foto: net[/caption]

KaliandaNews.com –  Banyak cara bagi orang untuk merasakan sensasi ngefly, selain menggunakan Narkoba, ada juga dengan menggunakan lem aibon atau istilah trendnya ngelem. Ngelem di sini merupakan menghirup uap lem, zat pelarut, atau zat sejenisnya dengan maksud untuk mendapatkan sensasi “high” atau mabuk. Bukan hanya tidak baik bagi kesehatan tapi juga akan menghancurkan masa depan si pemakainya.

Kita hidup didunia ini cuma sekali, tapi jika hidup kita yang sekali ini dipergunakan untuk hal-hal baik dan tidak neko-neko, hidup kita akan terasa berarti meski hidup kita pas-pasan.

Coba kita bayangkan, sudah kita tidak punya apa-apa, hidup luntang lantung di jalan, pakaian kumal, kita habiskan untuk ngelem. Mungkin bagi kita yang terbiasa ngelem, hal tersebut akan terlihat gagah dan jantan. Kata siapa? Bagi orang yang normal kebiasaan kita itu sangat menjijikan, deket-deket dangan  kita saja mereka tidak akan sudi. Dan jangan harap kita akan mendapat pekerjaan apalagi bermimpi untuk mendapatkan jodoh yang baik.

doa orang tua

Jadi jika kita tidak cepat-cepat menghilangkan kebiasaan itu, sama saja kita menghancurkan masa depan kita sendiri. Selain orang tua kita pasti akan kecewa berat tentunya.

Kembali ke ngelem, efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem tersebut hampir sama dengan jenis narkoba lain, yaitu menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang, dan rasa tenang sesaat meski terkadang efeknya hanya bisa bertahan hingga 5 jam saja. Selain itu, mereka yang “ngelem” juga tidak merasakan lapar karena ada penekanan sensor lapar di susunan saraf otak.

Inhalen atau biasa yang disebut ngelem oleh anak-anak jalanan merupakan senyawa organik berupa gas dan pelarut yang mudah menguap. Inhalen mengandung bahan-bahan kimia yang bertindak sebagai depresan. Depresan memperlambat sistem saraf pusat, mempengaruhi koordinasi gerakan anggota tubuh, dan konsentrasi pikiran. Selain itu, inhalen juga bisa mengakibatkan kerusakan fisik dan mental yang tidak bisa disembuhkan.

Berikut bahaya menghirup uap lem atau ngelem:

Efek ngelem jangka pendek:

- Denyut jantung meningkat

- Mual dan muntah

- Halusinasi

- Mati rasa atau hilang kesadaran

- Susah bicara atau cadel

- Kehilangan koordinasi gerak tubuh

Efek ngelem jangka panjang:

- Kerusakan otak, mulai dari cepat pikun, kesulitan mempelajari sesuatu, dan parkinson

- Otot melemah

- Depresi

- Sakit kepala dan mimisan

- Kerusakan saraf (Hilangnya kemampuan mencium dan mendengar)

- Gila

Walaupun dihirup hanya sekali, namun efeknya sangat fatal. Menghirup uap lem bisa membunuh dalam seketika dengan beberapa gejala berikut ini:

  1. Kematian mendadak


[caption id="" align="alignnone" width="654"]Kematian akibat lem Kematian akibat lem | Foto: net[/caption]

Kematian mendadak saat menghirup uap bahan kimia pada umumnya disebabkan oleh sabotase fungsi jantung. Gejala awalnya yaitu denyut nadi meningkat dan menjadi tidak teratur. Lalu, beberapa saat kemudian nadi berhenti untuk selamanya.

  1. Sesak napas


Di kalangan anak jalanan, ngelem biasanya dilakukan dengan cara menutup kepala dengan tas plastik agar uap tak menyebar ke mana-mana. Pada saat tubuh sudah terpengaruh dengan uapnya, mereka jadi tidak bisa melepas plastik sehingga menjadi tak bernyawa jika tak ada yang menolong.

  1. Bunuh diri


Depresi dan halusinasi bisa mengakibatkan si penghirup untuk melakukan bunuh diri dalam kondisi kejiwaan yang sedang kacau.

  1. Asphyxia


Uap yang dihirup juga bisa mengikat oksigen di sistem pernapasan dan memicu asphyxia atau kekurangan suplai oksigen ke jaringan otak.

Itulah efek dan bahaya yang bisa didapat jika seseorang menghirup uap lem atau ngelem. Selain merusak otak, ngelem juga bisa menyebabkan gila dan kematian. Mari kita bersihkan tubuh kita dari zat-zat berbahaya, untuk masa depan yang lebih baik sebelum terlambat.  (Editor: kld | dari berbagai sumber)