Depresi Karena Lembur 105 jam, Karyawati cantik ini Nekat Bunuh Diri
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Rabu, 12 Oktober 2016

Depresi Karena Lembur 105 jam, Karyawati cantik ini Nekat Bunuh Diri

Depresi Karena Lembur 105 jam, Karyawati cantik ini Nekat Bunuh Diri
Ibu korban, Yukimi Takahashi, berharap putrinya adalah korban terakhir (Foto: Mainichi)
KaliandaNews.com – Bunuh diri adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri seringkali dilakukan akibat putus asa, yang penyebabnya seringkali dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ketergantungan alkohol/alkoholisme, atau penyalahgunaan obat. 

seperti yang terjadi di tokyo, jepang. seorang karyawati cantik bernama Matsuri Takashi ini tewas bunuh diri, karyawati yang berusia 24 tahun ini diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi, karena dipaksa lembur selama 105 jam. Pegawai di perusahaan periklanan Dentsu Inc. itu bunuh diri dengan melompat dari jendela kamar asramanya di Tokyo.

Menurut pengakuan keluarga dan pengacaranya, Matsuri Takahashi mulai bekerja di Dentsu pada April 2015. Ia kemudian ditugaskan untuk beriklan di internet beberapa bulan kemudian. Kinerjanya dianggap sangat baik sehingga diangkat menjadi karyawan tetap pada Oktober.

Kerja lembur yang ekstrem diduga membuat Matsuri Takahashi menjadi tertekan. Depresinya berlarut-larut sehingga hal ini ditengarai menjadi pemicu utama perempuan cantik tersebut mengakhiri hidup di usia muda: 24 tahun. 

Dikutip dari Japan Times, Matsuri bekerja di sebuah perusahaan periklanan besar di Jepang. Dia mulai bekerja pada April tahun lalu. Enam bulan kemudian, tepatnya di bulan Oktober, Matsuri menjadi pekerja tetap dan sering bekerja lembur hingga 70 jam dalam sebulan. Jumlah jam lembur ini jauh lebih lama dari batas yang ditetapkan dalam perjanjian antara pekerja dan manajemen. 
Depresi Karena Lembur 105 jam, Karyawati cantik ini Nekat Bunuh Diri
Foto: YouTube ANN News
Media Jepang lainnya, Asahi, melaporkan berdasarkan pernyataan pengacara keluarga, jumlah jam lembur Matsuri pada 9 Oktober hingga 7 November 2015 lalu saja mencapai 105 jam. Sebelum mengakhiri hidup pada 25 Desember 2015, Matsuri sempat menyampaikan pesan menyedihkan di jejaring sosial, antara lain dengan mengatakan: 'Aku ingin mati'. 

Hingga akhirnya Matsuri benar-benar ditemukan tak lagi bernyawa setelah terjun dari asrama karyawan.

Kantor Inspeksi Tenaga Kerja Mita merilis laporan penyebab kematian Matsuri pada 7 Oktober lalu. Mita menyimpulkan beban kerja dan jam lembur yang ekstrem membuat Matsuri mengalami beban psikologis sehingga terganggu mentalnya dan memutuskan bunuh diri. 

Dalam konferensi persnya, Ibu korban, Yukimi Takahashi, menyesalkan kepergian putri kesayangannya itu. Meski investigasi berjalan sesuai keinginan, Matsuri tidak akan pernah bisa hidup kembali. Yukimi menyerukan adanya peningkatan serius dalam manajemen ketenagakerjaan di Jepang. Ia meminta pemerintah untuk mengawasi para perusahaan secara serius untuk menghindari insiden serupa.. 
 (**)