Kaliandanews, Kalianda –
Kepolisian Resort Lampung Selatan sangat menyayangkan, terkait kian
maraknya tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Mulai dari
pembegalan, narkoba, hingga curas, yang akhir –akhir ini tersangkanya
didominasi dari kalangan anak-anak Pelajar. Hal ini disampaikan oleh Kapolres
lampung Selatan melalui Kasat Reskrim lampung selatan AKP Rizal Effendi saat
dijumpai diruangannya, Rabu (11/1).
![]() |
| Foto: AKP Rizal Effendy saat memberikan keterangan |
Penyampain
tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya baru - baru ini pihak kepolisian Lamsel
menangkap dua tersangka yang terlibat kasus Pencurian dan kekerasan (curas) di
Jalan Raya Desa Hargo Pancuran Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan pada ini
terjadi pada tanggal 10 Desember 2016, yakni dua pelajar berinisial AN (17) dan
F (16) warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan,
kemudian ada juga kasus pembegalan yang melibatkan anak berusia 13 tahun serta
banyak lagi tindak pidana yang melibatkan anak-anak dibawah umur.
AKP Rizal
Effendi menyampaikan, berdasarkan kasus tersebut, pihaknya sangat menyayangkan
tersangkanya masih berstatus sebagai pelajar.
"Menurut
BAP dan pennyedikan kita khususnya begal, baik itu dari lamtim dan sekarang
sudah ada juga dari lamsel rata-rata dibawah umur, dan fenomena ini terjadi
karena memang dari banyak faktor, misalnya faktor pendidikannya" Tuturnya.
Rizal
menambahkan, menurutnya dari kualitas kedisiplinan pendidikan juga sangat
menentukan. Apabila pelajar disibukan dengan tugas-tugas dan kegiatan sekolah,
hal itu bisa mencegah pelajar untuk melakukan tindak kriminal.
"Rata-rata
sekolah yang ketat dan kedisiplinannya bagus, dengan sistem pelajaran dan
pendidikan yang lebih baik, itu jarang siswanya kena, karena siswa disibukan
dengan kegiatan pelajaran. Sementara siswa-siswa yang terlibat, rata-rata
kualitas pendidikannya kurang baik, kemudian peran dari orang tua juga sangat
penting"
Lebih dalam
Rizal menjelaskan, peredaran Narkoba juga perlu dicermati, karna seperti yang
kita ketahui saat ini, peredaran narkoba dikalangan pelajar sudah sangat
memperihatinkan.
"Yang
perlu kita cermati juga ya, peredaran narkoba sangat sangat miris sudah masuk
ke tingkat-tingkat anak sekolah. Seperti yang kita tangkap di pisang itu,
rata-rata uangnya buat beli narkoba. Jadi sebelum metik, ini pake dulu,
misalnya ada yang pinjem uang dulu buat beli satu paket di pake rame -rame,
nnti setelah dapet metik, baru nanti hasilnya dibayarkan setelah hasil metik
itu laku".
AKB Rizal
juga menilai, penyebab terjadinya hal tersebut sangat komprensip, karna ini melibatkan
banyak faktor yang menyebabkan anak-anak ini ke arus pidana, mulai dari faktor
pendidikan, kurangnya pengawasan orang tua sampai ke pergaulan dan lingkungan
anak tersebut.
"Untuk
sistem peradilan menindaklanjuti kasus ini, nantinya kita akan konsul dengan
bapas, jadi semua nanti seperti ada asesment, nanti dia dititipkan kemudian
dibina oleh Negara, ada nanti tempatnya di lempasing dan bisa juga nanti
dipulangkan namun itu juga akan diawasi oleh Bapas, dan kepala
sekolahnya". Tungkasnya. (nz)














Komentar