Diduga Alami Stres, Tahanan Polsek di Riau ditemukan Gantung Diri Pakai Ikat Pinggang
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Jumat, 03 Februari 2017

Diduga Alami Stres, Tahanan Polsek di Riau ditemukan Gantung Diri Pakai Ikat Pinggang

Kaliandanews.com - Tahanan kasus penggelapan sepeda motor tewas gantung diri di sel kantor Polsek Mandau jalan Sudirman Duri kabupaten Bengkalis Riau, sekitar pukul 01.15 WIB, Jumat (3/2). Tahanan bernama Defriandi (20), Dia ditemukan tergantung dengan seutas ikat pinggang berwarna hitam miliknya.
Diduga Alami Stres, Tahanan Polsek di Riau ditemukan Gantung Diri Pakai Ikat Pinggang
Ilustrasi
Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian ini diketahui pertama kali oleh tahanan bernama Miswadi yang terbangun dari tidurnya pada pukul 01.30 WIB.

"Seorang tahanan yang terbangun langsung masuk ke kamar mandi mau buang air kecil, lalu melihat korban sudah dalam tergantung di dalam kamar mandi," kata Wicak saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (3/2).

Melihat kejadian itu, Miswadi membangunkan tahanan lainya yakni Budi. Dia memberitahu bahwa korban dalam kondisi tergantung dengan ikat pinggang. Miswadi dan Budi langsung membangunkan tahanan lainnya dan memberitahukan kejadian tersebut.

"Kemudian seorang tahanan memanggil piket jaga dan memberitahukan kejadian tersebut. Lalu petugas menyampaikannya ke atasannya yang lain dan mengecek kondisi korban," ucap Wicak.

Petugas piket jaga lalu masuk dan melakukan pengecekan terhadap korban yang ditemukan dalam kondisi tergantung posisi menghadap keluar pintu kamar mandi. Kemudian korban di turunkan oleh tahanan lainnya Budi, Miswadi dan Tomi.

"Sekitar pukul 02.10 wib, piket reskrim melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) , ditemukan barang bukti ikat pinggang tergantung di dalam kamar mandi," kata Wicak.

Anggota Reskrim juga mencatat keterangan saksi yang melihat kondisi korban ditemukan dalam keadaan telah tidak bernyawa lagi. Tubuh korban juga dalam kondisi lemas.

"Kemudian sekitar pukul 02.30 wib, anggota piket membawa korban ke RSUD setempat untuk dilakukan visum," ucap perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini. [noe]