DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Selasa, 21 Februari 2017

DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

banner
Kalianda, KaliandaNews – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Lampung Selatan merilis laporan dampak bencana alam banjir terhadap pertanian padi di Lamsel.


Dari data tersebut, DTPHP mencatat total kerusakan lahan pertanian yang diakibatkan oleh banjir di seluruh Lamsel yang terjadi di lima kecamatan yakni Candipuro, Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung sebanyak 2.293 Hektare.

Dari data tersebut Kecamatan Candipuro menjadi Kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan lahan pertanian padi yakni sebanyak 1.156 hektare, sementara Kecamatan lain seperti Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung mengalami kerusakan lahan pertanian sebanyak 175 hktare, 875 hektare, 84 hektare dan 3 hektare, berikut data lengkapnya :

Kecamatan Candipuro : Sinar Pasmah 200 hektare, Beringin Kencana 100 hektare, Banyumas 100 hektare, Cinta Mulya 66 hektare, Sidoasri 30 hektare, Way Gelam 20, Karya Mulya Sari 25, Rantau Minyak 50 hektare, Bumi Jaya 100 hektare, Trimo Mukti 415 hektare, Rawa Selapan 50 hektare.

Kecamatan Sragi : Suka Pura 70 hektare, Mandala Sari 75 hektare dan Bakti Rasa 30 hektare.

Kecamatan Palas :Suka Mulya 155 hektare, Pematang Baru 195 hektare, Suka Raja 75 hektare, Suka Bakti 100, Kali Reji 15 hektare, Rejo Mulyo 10 hektare, Palas Aji 200 hektare dan Palas Pasemah 125 hektare.

Kecamatan Ketapang : Taman Sari 30 hektare, Sumber Nadi 8 hektare, Legundi 19 hektare, Pematang Pasir 13 hektare dan Sidomukti 14 hektare. Kecamatan Jati Agung : Jati Agung 3 hektare.

Secara umum banjir yang terjadi di Kecamatan Palas dan Sragi kerena luapan air dari sungai Way Pisang, sedangkan untuk Kecamatan Candipuro disebabkan oleh luapan sungai Way Katibung. (Kur)