Kisah Pilu Pasutri Warga Kedaton Kalianda Tinggal di Gubug Reot dan Memungut Kelapa untuk Bertahan Hidup
KANAL
Cari Berita

Kisah Pilu Pasutri Warga Kedaton Kalianda Tinggal di Gubug Reot dan Memungut Kelapa untuk Bertahan Hidup

Selasa, 21 Februari 2017

Kalianda, Kaliandanews.com - Memprihatinkan begitulah gambaran nasib Masni (50) Warga RT 003 Dusun 4 (Belakang Pom Bensin Sebayak) Desa Kedaton Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Diusianya yang sudah senja, dia dan sang istri tercinta Nurhasanah (56) harus berjuang dengan waktu agar dapur terus mengepul. Untuk bertahan hidup mereka tiap harinya harus memungut buah kelapa kering yang jatuh dari pohonnya, itupun jika ada ijin dari sang pemilik kebun.
Meski hidup ala kadarnya, pasangan yang belum dikarunia anak ini hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah. Untuk sekedar berlindung kini mereka tinggal di sebuah gubuk reot milik salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sang pemilik kebun, dirinya membuatkan sebuah gubuk untuk mereka tinggal karena didasari rasa iba meski ala kadarnya.

Dari hasil pantauan, Gubuk sederhana yang mempunyai luas 2 meter x 3 meter ini kondisinya sungguh memprihatinkan, berlantaikan tanah, beratapkan nyiur kelapa dan berdindingkan geribik serta triplek yang sudah usang. Jika malam datang, mereka hanya mengandalkan lampu teplok untuk menembus kegelapan, sebab tidak ada listrik yang bisa mereka nikmati, apalagi menonton TV untuk menghilangkan rasa jemu.

Sementara itu Hendra salah satu anggota dari Komunitas Masyarakat Peduli Lampung selatan (KMPLS) mengatakan kepada Kaliandanews.com, mengharapkan ketukan hati para dermawan, baik pemerintah maupun warga yang peduli dengan keadaan nasib Masni dan istri.

"Mereka saudara kita, ayo bagi yang mempunyai rejeki lebih kita bantu mereka, saya juga sempat kaget ada warga Kalianda yang kehidupannya seperti ini, meski ini salah satunya saja, mungkin ada Masni-Masni lain" Kata Hendra, Selasa (21/2).

Hendra pun mengatakan, jika ada para dermawan yang berketuk hatinya, bisa menghubungi Komunitas Masyarakat Peduli Lampung selatan (KMPLS) di line telepon 081377863004, nantinya jika bantuan terkumpul akan disalurkan langsung kepada Masni dan Istri.

"Mudah-mudahan dengan adanya uluran dari kita semua, beban hidup mereka dapat berkurang" tukas Hendra.

Setiap pertolongan yang kita berikan adalah benih yang kita tanam. Suatu saat akan menghasilkan buah yang manis karena pada hakekatnya harta adalah titipan

(Red)


BERITA LAINNYA