"Peduli Residen Rehab" Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI Gelar Rapat Teknis dan Bimbingan di Kalianda

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Kamis, 16 Februari 2017

"Peduli Residen Rehab" Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI Gelar Rapat Teknis dan Bimbingan di Kalianda

banner
Kalianda, Kaliandanews - Demi meningkatkan kepedulian terhadap Resident (Pasien -Red) Rehabilitas Narkoba, Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional adakan Rapat Teknis dan Bimbingan Pasca Rehabilitas Narkoba, di Aula Negeri Baru Resort, Jalan Trans Sumatra Way Arong, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (16/2).

Foto: Rapat Teknis dan Bimbingan Pasca Rehabilitas Narkoba (KN)
Hadir pada acara tersebut, Dir. Pasca Rehab Deputi Bid Rehabilitasi BNN Brigjen Pol dr. Budiyono, Kepala BNNP Prov. Lampung yang diwakili Abadi Azrai, SE, MPH, Kapolres Lamsel, AKBP Dr. Adi Ferdian Saputra, Kepala Loka Rehabilitasi BNN kalianda, Bambang Setyawan, Spd, MM,MSi, Plt Kepala BNNK Lamsel Hipni, SE, serta tokoh Adat dan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol dr. Budiyono menegaskan bahwa Narkoba sudah kian memprihatinkan, terlebih jumlah Pasien Rehab saat ini semakin meningkat. Sebab itu pihak BNN berupaya agar para pasien yang telah di rehab benar benar sembuh dari narkoba. 

"Kita harus pikirkan sodara-sodara kita yang telah di rehab, karna banyak yang telah direhab justru kembali lagi menggunakan narkoba, maka dari BNN membuatkan yang namanya rumah Damping, dimana rumah itu nanti tempat membinaan lebih lanjut sebelum pasien kembali kepada masyarakat" Turunya.

Budi juga menjelaskan, para mantan penyalahguna narkoba ini setelah menjalani masa rehabilitasi akan dirujuk ke Rumah Dampingan untuk mengikuti program pasca rehabilitasi. Selama mengikuti program pasca rehabilitasi di Rumah Dampingan, mereka akan diberikan keterampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Kita akan gali potensi mereka agar bisa berkembang, untuk bekal mereka setelah kembali kepada keluarganya.

Selama mengikuti program pasca rehabilitasi, para mantan pecandu narkoba itu tetap diberikan konseling, support group therapy, relaps prevention, dan aftercare meeting, “Selama berada di Rumah Dampingan, para mantan penyalah guna narkoba itu selalu didampingi oleh konselor, dokter, dan psikolog.

Selain itu Budi juga mengungkapkan, saat ini Narkoba jenis baru banyak bermunculan di Indonesia. Oleh karnanya pihak BNN dan Polri lebih menekan Suplier/Bandar Narkoba, sehingga bisa memnimalisir peredaran narkoba di indonesia. Mengingat saat ini, Narkoba sudah tidak mengenal Golongan, mulai dari desa sampai ke kota, petani hingga pejabat.

"Polri dan BNN fokus Pada supliernya, kurang lebih saat ini ada 600 narkoba jenis baru. Karna Narkoba terus bsa di rekayasa, bisa dibuat dari bahan alami yang ada disekitar kita. Oleh sebab itu polri dan BNN kesulitan mendeteksi jenis narkoba saat ini, maka dari itu Supliernya yang kita tekan" Tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Loka Rehabilitasi Narkoba Kalianda Bambang Setiawan mengatakan, untuk menanggulangi penggunana narkoba, Lamsel kini memiliki tempat rehabilitas yang cukup baik, dan terbesar kedua di Indonesia. Dimana Loka Rehabilitas Narkoba Kalianda juga sudah mendapatkan Sertifikat ISO, maka dari itu dirinya berharap agar masyarakat turut serta berpartisipasi dalam penanggulangan narkoba.

"Sekarang akses layanan yang kami berikan gratis, kemudian dalam rangka rehabilitas berkelanjutan, kini Loka BNN sudah punya Rumah Damping, agar setelah direhab bisa sembuh total" ungkapnya.

Sementara, Kapolres Adi Ferdian Mengatakan, Tingginya tingkat peredaraan narkoba saat ini memang sangat memprihatinkan, terlebih predaran narkoba saat ini sudah meranah kesemua golongan. Maka dari ini Adi berharp kepada masyarakat untuk bersinergi dan bersama sama dalam menindaklanjuti narkoba.

"Kami berharap agar masyarakat ikut serta bersinergi, terlebih saat ini kita sudah punya rumah damping, sehingga para pasien tak semerta merta dilepaskan, akan tetapi masih diperhatikan oleh pihak BNN, agar pasien tidak kembali kepada narkoba"

Sekdakab Lamsel Ir. Fredy SM, MM juga menambahkan, Memberantas Narkoba adalah tugas bagi semua kalangan, baik itu Pegawai, Aparat, maupun masyarakat. Dirinya mengaku saat ini pemkab sudah merencanakan kegiatan untuk mengatasi Narkoba, salah satunya pihak pemkab akan mencek seluruh pegawai di lingkungan pemda lamsel.

"Narkoba sudah membumi, tugas kita semua untuk memberrantas dan menjauhinya. Untuk PNS harapan kami bisa di adakan Tes Urine semua, tapi mengingat masih terbatasnya anggaran jadi proses itu akan kita lakukan tahap demi tahap" Tutupnya. (nz)