Dinkes Lamsel Akan Jemput Bola Tangani Penderita TBC
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Jumat, 24 Maret 2017

Dinkes Lamsel Akan Jemput Bola Tangani Penderita TBC

Redaksi
Kalianda, KaliandaNews – Hari ini 24 Maret bertepatan dengan Hari TBC (Tuberkulosis) yang diperingati oleh seluruh masyarakat di dunia, tak terkecuali di Indonesia serta Lampung Selatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel, Taufiqur Rosyad

Di Lampung selatan sendiri, kasus TBC cukup banyak ditemukan, dalam kurun waktu 2014 – 2016 misalnya, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 3.326 dan 2.683 diantaranya adalah BTA (Bakteri Tahan Asam) atau jenis TBC yang mudah menular, dengan rincian kasus di tahun 2014 ditemukan 959 kasus dengan BTA sebanyak 818, tahun 2015 ditemukan 1.166 kasus dengan BTA sebanyak 919 dan tahun 2016 ditemukan 1.201 kasus dengan BTA sebanyak 946.

“Kasus TBC cukup unik dari kasus lainnya, karena jika semakin banyak ditemukan semakin baik karena penderita akan langsung diobati, sebab mayoritas penderita TBC tidak mau memeriksakan diri.” Ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan Lamsel Taufiqur Rosyad, (23/07/17) kemarin kepada KaliandaNews.com.

Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk meminimalisir penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini, Dinkes sendiri sejak tanggal 15 Maret 2017 lalu sudah menerjunkan para petugas Dinkes yang bekerjasama dengan Aisyiyah (Organisasi peduli TBC).

“Caranya dengan datang langsung kerumah kerumah warga, setelah dapat kita langsung obati dipuskesmas terdekat secara gratis.” Ungkap Taufiq.

Ia melanjutkan, upaya jemput bola tersebut dilakukan oleh Dinkes agar penanganan kasus TBC yang ada di Lamsel dapat berjalan dengan baik sehingga penyebaran TBC dapat ditekan, dengan menerjunkan para petugas tersebut diseluruh Kecamatan yang ada di Lamsel pihak Dinkes berharap lebih banyak penderita TBC yang terjaring dan mendapatkan penanganan yang tepat.

“Karena saat ini banyak penderita yang merasa malu mengidap TBC, dengan adanya program ini maka diharapkan kesehatan warga dapat lebih baik.” Pungkasnya. (Kur)