Dua Warga Salah Tangkap dan Menjadi Korban Pemukulan di Ketapang Lamsel

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Sabtu, 18 Maret 2017

Dua Warga Salah Tangkap dan Menjadi Korban Pemukulan di Ketapang Lamsel

banner
Kedua korban saat berada di RSUD Bob Bazar kalianda

Kalianda, Kaliandanews.com - Dua orang warga menjadi korban salah tangkap dan pemukulan di Gereja HKBP Pemoria di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat sejumlah anggota polisi Polsek Penengahan Lampung Selatan, melakukan pengejaran terhadap pelaku begal.

Kedua korban adalah Hiras Ronatal (30) bin Anton Hutabarat, warga Dusun Sumber Wangi, Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan dan Calvin Sahala Simorangkir (13) bin Jones Simorangkir, warga Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Menurut salah satu korban, Hiras, kejadian bermula pada Sabtu (11/03) sekitar 06.00 Wib, saat itu korban bersama saudaranya yang sedang menginap di dalam gereja, untuk mempersiapkan acara peresmian gereja pada hari Minggu (12/03) Besok.

Mereka yang saat kejadian baru saja terbangun dari tidur,  tiba-tiba mendengar suara gaduh dari luar gereja, dan sempat melihat dari arah jendela sebelum keluar gereja. Ternyata sudah banyak orang yang berada diluar gereja.

"Saya ditanya orang mana, lalu ditarik kaos saya, saya panik dan saya lari. Saya jatuh lalu langsung dipukuli oleh sekitar 5 orang," ucap Hiras.


Korban yang menderita luka robek dibagian dahi kiri, kaki serta memar dibagian muka dan badannya, sempat berkata bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. Tetapi tetap saja dirinya menjadi bulan-bulanan oknum yang memukul.

"Dia tangkap saya, dia nanya anak mana kamu, saya jawab anak sumber wangi pak, dia tanya senpinya mana, barangnya mana, saya tidak tahu apa-apa tapi tetap masih dipukulin," ujar pria 30 tahun tersebut.

Tidak lama kemudian petugas memborgol korban Hiras dan mengggiringnya ke mobil, sementara korban lainnya Calvin sudah terlebih dahulu berada dimobil.

Didalam mobil Hiras menjelaskan, pengakuan dari tersangka begal yang telah tertangkap, bahwa mereka bukan rekan dari tersangka begal tertangkap.

"Salah satu petugas polisi ada yang saya kenal, karena pernah lihat polisi tersebut, dulu melakukan penjagaan di gereja saat ulang tahun Gereja beberapa bulan lalu," kata Hiras.

Korban lainnya Calvin, sebelum diajak ke dalam mobil sempat dipukuli diluar geraja dan mengalami memar dibagian kepala. Korban juga meminta waktu dan memberikan teleponnya kepada petugas untuk menghubungi keluarganya. Tetapi tidak direspon oleh petugas.

"Saya sudah bilang saya orang sini, saya disini jaga gereja, saya lagi jaga bumbu karena besok ada acara di gereja tapi tetap digebuki," ucap Calvin

Ditambahkannya saat berada di dalam mobil, pelaku begal yang sudah tertangkap, memberikan keterangan kepada petugas yang berda di dalam mobil, bahwa bukan mereka pelakunya.

Korban saat melaporkan kejadian tersebut ke Unit Propam Polres Lamsel

Belum diketahui apakah ada petugas kepolisian yang terlibat pemukulan, tapi atas kejadian tersebut kedua korban dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda, untuk diberi perawatan dan melakukan visum.

Setelah itu korban menuju ke Mapolres Lampung Selatan, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Propam Polres Lampung Selatan.

Menurut Kasi Propam Polres Lampung Selatan, Iptu Dahlan Zainal, pihaknya akan memproses jika ada anggota polisi yang terlibat dalam pemukulan tersebut.

"Akan dilakukan tindakan sesuai dengan kode etik yang berlaku di kepolisian," kata Dahlan, Sabtu (11/03).

Saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Kapolsek Penengahan, Lampung Selatan, AKP Mulyadi Yakub, enggan memberikan komentarnya terkait kejadian tersebut.

"Sudah mas jangan dibesar-besarkan masalah seperti ini," kata Mulyadi, Jumat (17/03). (yb)