Ganti Rugi Tol Tak Kunjung Cair, Warga Kuripan Lamsel Merasa Dipermainkan
KANAL
Cari Berita

Ganti Rugi Tol Tak Kunjung Cair, Warga Kuripan Lamsel Merasa Dipermainkan

Selasa, 14 Maret 2017

KALIANDANEWS, KURIPAN PENENGAHAN - Selasa (14/03/2017)

Penengahan, Kaliandanews - Hari demi hari bulan berganti Bulan, tanpa terasa sekian waktu telah terlewati. Begitulah gambaran hati sejumlah warga kuripan penengahan Lampung Selatan yang setiap harinya berselimuti tanda tanya, tentang proses pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) TOL JTTS yang hingga kini tak kunjung Tuntas dan tidak ada penjelasan yang pasti. Padahal sebelumnya sudah ada kata sepakat.
Foto: Lahan yang sudah di Gusur
Terkait permasalahan tersebut, sejumlah Warga Kuripan menilai pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA) seolah-olah mempermainkan kepercayaan warga. Pasalnya, waktu pencairan yang pernah dulu di janjikan, melenceng jauh dari jadwal yang sudah disepakati bersama.

Bahkan terdapat lahan warga yang sudah di gusur, tetapi belum menerima uang ganti rugi dari pihak terkait. Salah satu warga mengaku sangat menyesalkan atas kejadian tersebut, terlebih lahan miliknya masih terdapat tanam tumbuh.

"Saya sangat menyesalkan dan merasa dirugikan atas ketidak jelasan pembayaran UGR ini,  apalagi lahan itu masih terdapat tanam tumbuhnya, seperti pohon kelapa dan tanaman yang lainnya, yang seharusnya masih bisa dikelola" Sesal Wahyudin (45).

Alfa (30) juga mengatakan, pihak konsorsium TOL terkesan tidak menepati janjinya.  Padahal waktu itu mereka berjanji akan membayarkan UGR selambat-lambatnya Dua Minggu Setelah kesepakatan. Akan tetapi, terhitung sudah 3 bulan lamanya dari kesepakatan, pencairan dana tak kunjung dituntaskan.

"Mereka (Pihak TOL) waktu itu bilang 2 minggu setelah kesepakatan, tapi nyatanya sampai saat ini belum juga di cairkan. Padahal beberapa warga yang lainnya sudah cair, saat pencairan itu mereka bilang 2 minggu lagi. Hingga kini juga belum ada konfirmasi mereka" Cetus Alfa.

Sementara Kades Kuripan Irwan Ahmadi (45) menjelaskan, ia sudah menanyakan terkait aduan warganya perihal tersebut kepada BPN. Namun BPN mengaku dana tersebut belum dicairkan oleh pihak  Kemen PU-PERA Provinsi Lampung.

"Saya sudah tanyakan sama BPN, katanya dananya sudah turun di Provinsi. Tapi pas saya tanya ke Kemen PU-PERA, mereka juga bilang kalau dananya belum turun dari pusat. Makanya saya bingung, seolah mereka saling lempar bola" Jelasnya.

Foto: Salah Seorang Warga menunjuk lahan yang belum di Ganti Rugi dan Sudah Digusur oleh Pihak Tol
Ditempat yang sama,  Pihak PT. PP Persero selaku pelaksana TOL JTSS, yang juga turut serta membantu ihwal masalah terlambatnya UGR tersebut menuturkan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke PPK Lahan Kemen PU-PR melalui sambungan telfon. Akan tetapi mereka mengatakan belum menerima data.

"Datanya belum masuk katanya, alasan mereka lagi input data, kata orang PU Cipta Karyanya. Karna tergantung dari data mereka yang berikan, apabila datanya belum ada yang masuk, jadi saat tim Appraisal mau menilai, orang Cipta Karyanya belum ngasih data, jadi belum bisa di nilai" Pungkas Humas PT. Pembangunan Perumahan (PP) Persero Wilayah Bakauheni - Sidomulyo itu.

Seperti di ketahui mega proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni - Terbanggi Besar sepanjang 140,938 km terus dikebut pihak  konsorsium, namun dibalik semua itu masih terdapat permasalahan mengenai pembebasan lahan yang belum terselesaikan. (nz)

BERITA LAINNYA