Oknum Guru SMK Al-Huda Jati Agung Lamsel Pukul 31 Siswa di Sekolah
KANAL
Cari Berita

Oknum Guru SMK Al-Huda Jati Agung Lamsel Pukul 31 Siswa di Sekolah

Rabu, 01 Maret 2017

Kalianda, Kaliandanews.com - Dianggap tidak mematuhi perintahnya, seorang guru SMK Al-Huda di Jl Pangeran Senopati Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan memukul sedikitnya 31 siswa, Kamis (16/2) dua pekan yang lalu.

Ilustrasi pemukulan terhadap siswa
Dari informasi yang dihimpun, kejadian pemukulan yang sempat direkam oleh para siswa itu terjadi diruang komputer sekitar pukul 12.00 WIB, akibatnya ada beberapa siswa mengalami memar diwajah karena telah dipukul sedikitnya dua kali oleh sang guru yang diketahui bernama Elik. Siswa juga menegaskan aksi pukul oknum guru Elik bukan cuma sekali. Sebelumnya oknum ini juga pernah memukul siswa.

“Yang pertama dipukul anak-anak laki-laki Pak,“tutur seorang siswi yang tidak kami sebutkan  namanya, Selasa (28/2/2017). Pada saat pemukulan itu, kata dia, ada rekan yang merekam. “Ya Pak,  peristiwa itu ada videonya, karena kami sempat merekamnya,”imbuh dia.

Tahu peristiwa itu telah direkam melaui ponsel, dua hari setelah peristiwa tersebut, pihak sekolah melakukan razia telepon seluler. Sekolah berupaya menghapus data di HP agar tidak tersebar luas.”Tapi video sudah banyak beredar, ibu dan bibi saya juga sudah melihatnya Pak,”katanya lagi.

SMA SMK  SMP Al-Huda di Jl Pangeran Senopati Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan
Mengetahui peristiwa tersebut, orang tua siswa mencoba mendatangi pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi. Namun, mereka urung karena khawatir anak-anak mereka yang sekolah disana akan mengalami intimidasi dan hal yang tidak diinginkan. “Jujurya Mas, sampai hari ini masih nggak terima saya.Sekolah apalah, kok main pukul siswa. Apa iya caranya begitu seorang guru mendidik muridnya yang bandel,  dan apa iya harus pakai kekerasan mengatasinya,” kata orang tua siswa.

Menurut orang tua siswa, dia tidak terima dan akan melaporkan kejadian itu kepihak berwajib. Anak-anak itu dalam  perlindungan. Guru itu melanggar  Undang-Undang Perlindungan Anak,”katanya dengan nada kesal.

Oknum guru yang bernama Elik mengakui perbuatan tersebut. Ketika dikonfirmasi media, dia mengaku melakukan karena kesal siswa-siswi tidak mematuhi perintahnya. Pengakuan itu disampaikan kepada media dan diketahui Kepala Sekolah SMK Al Huda.

Praktisi hukum Irwan Pane dalam hal ini menyikapi tidak semestinya pihak sekolah atau pun guru melakukan tindak kekerasaan.Jika hal itu terbukti  benar, kata dia, oknum guru akan  tersandung  Undang-undang Perlindungan anak dan dapat dikenai sanksi hukuman.

“Tidak semestinya dong,  guru melakukan tindakan yang tidak patut dilakukan seorang pendidik. Lakukanlah pendekatan persuasif, jangan main hantam,”katanya, Senin (27/2).

Kejadian tersebut memang sangat disayangkan, dan menambah catatan daftar kekerasan yang dialami siswa di sekolah, namun meski demikian hukuman bagi siswa yang tidak mematuhi dan melaksanakan tugas sekolahnya tetap harus diterapkan, tapi metode hukumannya tentu tidak dengan cara-cara kekerasan. Misalnya dengan membuat tugas yang sifatnya mendidik. (red)

BERITA LAINNYA