Ponpes Gontor 9 Kalianda, 100 Persen Pendidikan Umum 100 Persen Pendidikan Agama

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Rabu, 15 Maret 2017

Ponpes Gontor 9 Kalianda, 100 Persen Pendidikan Umum 100 Persen Pendidikan Agama

banner
Kalianda, KaliandaNews – Salah satu pondok pesantren terbesar yang ada di Lampung Selatan, Gontor 9 yang berada di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda punya pandangan tersendiri dalam menerapkan metode pendidikan.

Kepala pondok Gontor 9 atau yang dalam istilah pondok Gontor wakil pengasuh, Swito Jemari dalam perbincangan santai dengan KaliandaNews.com di ponpes tersebut, mengungkapkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ilmu pendidikan umum dan pendidikan agama sebagai dasar bagi santri diponpes tersebut.

Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama telah menjadi dasar salah satu ponpes tertua yang ada di Indonesia itu. “Disini kita terapkan ilmu pendidikan yang seimbang, 100 persen pendidikan umum dan 100 persen pendidikan agama.” Ungkap Swito, (15/03/17).

Tidak hanya pendidikan yang berimbang antara ilmu pendidikan umum dan agama yang diterapkan dalam ponpes itu, ia juga mengungkapkan ponpes tersebut memiliki pandangan tersendiri dalam menganut suatu pandangan.

“Disini (ponpes, red) bukan Muhammadiyah bukan pula NU, tapi bukan pula kita menyalahkan keduanya, kita berdiri diatas semua golongan karena tidak ada yang salah dengan keduanya. Kedua pandangan dan cara Muhammadiyah maupun NU kita gunakan disini.” Terang dia.

Swito Jemari
Selain itu dipondok yang memiliki 600 santri, 69 tenaga pengajar dan berdiri diatas lahan seluas 15 hektar tersebut juga menerapkan pendidikan dua bahasa yang minimal harus dikuasai oleh para santrinya yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Idealnya diponpes ini memang seperti itu, kita memiliki area bahasa arab dan bahasa inggris, jadi jika santri berada di area tersebut  diharuskan berbahasa Arab atau Inggris agas para santri terbiasa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing.” Papar pria yang baru dua tahun menjadi kepala ponpes itu. (Kur)