Menurut Hasil Penelitian, Ada 4 Rahasia Berbahaya Tepung Terigu yang Wajib Kamu Tahu
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Rabu, 12 April 2017

Menurut Hasil Penelitian, Ada 4 Rahasia Berbahaya Tepung Terigu yang Wajib Kamu Tahu

Ilustrasi tepung beras. ©Sattvicfoods.in
Kaliandanews.com - Siapa yang tidak kenal tepung, hampir semua olahan kue baik kering maupun basah, tepung terigu bahan wajib untuk digunakan. Tapi tahu kah anda dibalik itu semua ternyata tepung terigu juga mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan tubuh manusia. Berikut penjelasannya.

Meski terbuat dari gandum yang pada dasarnya menyehatkan, tepung terigu memiliki efek negatif untuk tubuh karena kurangnya nutrisi di dalamnya. Kemudian penelitian yang dilansir dari boldsky.com menunjukkan bahwa asam folat yang ditambahkan ke dalam tepung mampu memberikan dampak merugikan untuk kesehatan payudara.

Masih dari penelitian yang sama, berikut adalah beberapa hal mengejutkan tentang tepung terigu yang wajib untuk kamu ketahui.
  • Selama proses pembuatan tepung terigu, kulit ari pertama akan dihapus. Kemudian bakteri yang mengandung sekitar 76% vitamin dan mineral menghilang. Dan selanjutnya, 97% serat makanan, 50% kalsium, dan 70% fosfor juga akan hilang dalam proses ini.
  • Memasuki tahap akhir pengolahan tepung terigu, akan ditambahkan kalium bromat ke dalamnya. Kalium bromat dikenal sebagai oksidator kuat yang merusak sel serta dianggap sebagai karsinogen kategori 2B yang dilarang di sebagian besar negara-negara maju.
  • Ketika serangga yang mengonsumsi tepung terigu mati, maka tepung tersebut mengandung insektisida di dalamnya.
  • Tepung terigu mengandung aloksan, zat merugikan untuk tubuh karena bisa menyebabkan diabetes. Zat ini akan menghancurkan sel beta pankreas yang kemudian menaikkan gula darah.
Tepung terigu yang selama ini kamu konsumsi lewat olahan kue, mie, atau pasta ternyata mampu memberikan dampak merugikan untuk tubuh. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan konsumsi tepung terigu.

Nah bagaimana jika dalam proses pembuatan tempung secara tradisional, misalnya dengan cara ditumbuk seperti yang sering dilakukan masyarakat Indonesia?

(merdeka.com)