‌Misteri Kapal Terdampar di Pantai Kedu: Ternyata Selama ini Dicari oleh TNI AL dan Basarnas Karena Membahayakan
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Sabtu, 15 April 2017

‌Misteri Kapal Terdampar di Pantai Kedu: Ternyata Selama ini Dicari oleh TNI AL dan Basarnas Karena Membahayakan

kapal terdampar dipantai kedu kalianda

Kalianda, KaliandaNews - Tersiar kabar terdamparnya sebuah bangkai kapal di Pantai Kedu, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan sempat menggegerkan warga.

Pasalnya kapal tanpa awak tersebut, tiba-tiba muncul dari permukaan laut pada Jum'at (14/04) kemarin, sekitar pukul 02.00 Wib.

Menurut informasi yang dihimpun, bangkai kapal ditemukan pertama kali oleh warga setempat, saat itu ia melihat ada bayangan kapal yang terombang-ambing di tengah laut dan hanya anjungannya saja yang terlihat.

Berselang beberapa jam kemudian, seluruh badan kapal mulai terlihat utuh lalu terdampar di pantai terbawa derasnya ombak. Peristwa langka ini sontak saja membuat heboh warga, setelah tersiar di media sosial.

Serma M. Irfai (Tengah)
Mendengar informasi adanya bangkai kapal yang terdampar di Pantai kedu, Komandan Pos TNI  Angkatan Laut Kalianda Sersan Mayor M. Irfai, langsung meninjau lokasi, Sabtu (15/04) pagi.

Menurut Irfai, bedasarkan data-data yang didapat, kapal tersebut memang selama ini sedang di cari oleh TNI AL, Basarnas serta Syahbandar karena membahayakan arus lalu lintas perairan.

Sebelumnya, mereka menerima laporan dari kapal-kapal Tangker yang melintas, bahwa selama ini ada bangkai kapal yang terombang- ambing. "Terakhir terpantau pada tanggal 13 April 2017 diperairan Cukuh Cimanuk Suak Kalianda," Terang  M. Irfai.

Irfai pun belum bisa memastikan asal muasal kapal yang memiliki panjang 20M dan lebar 4M tersebut. Namun diduga bangkai kapal itu sudah lama didasar laut, lalu terombang-ambing sebelum hanyut terbawa ombak, hingga akhirnya terdampar di pantai kedu.

Kapolres Lamsel AKBP Adi Ferdian Saputra
Senada dengan M. Irfai, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, belum dapat memastikan asal-muasal kapal yang tiba-tiba timbul dari permukaan air laut pada Jumat dinihari, sebab pihak Kepolisian baru saja melakukan peninjauan.

"Baru dapat hari ini, kita lihat dulu. Setelah itu akan kita cari asal-usul kapal ini." Ungkap Adi kepada Kaliandanews.com dipantai Kedu, Sabtu (15/04)

Lebih lanjut Adi mengatakan, dilihat dari bentuk serta modelnya, kapal tersebut merupakan kapal jenis penangkap ikan karena ditemukan jaring didalamnya. Kendati demikian diduga bukan milik nelayan lokal, karena selain ukurannya besar kapal itu terbuat dari fiber, kayu serta besi.


"Ada bagian kapal yang terlihat seperti bekas terbakar, tidak ada dokumen dikapal ini. Sampai dengan saat ini juga belum ada pihak yang mengklaimnya," terangnya.

Pihak Kepolisian sendiri mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas dan Instansi terkait, dengan penemuan kapal ini.

Dari pantauan Kaliandanews.com, Saat ini bangkai kapal karam itu menjadi perhatian warga sekitar serta pengunjung yang datang untuk berlibur dipantai kedu. Mereka rata-rata penasaran dengan adanya bangkai kapal yang terdapar di pantai wisata yang belum lama menjadi hits di Kalianda. Tak lupa mereka melakukan swafoto untuk mengabadikan momen langka tersebut.

"Saya sengaja datang kesini (Pantai Kedu) untuk melihat kapal terdampar, penasaran, soalnya di media sosial lagi rame bang, sekalian foto-foto juga" Kata Rani salah satu pengunjung dari Kalianda.

Sementara pengunjung lainnya, berspekulasi bahwa kapal tersebut merupakan salah satu kapal yang dihancurkan oleh Kementerian  Kelautan karena telah melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.



Terkait adanya bangkai kapal yang terdampar di objek wisata Pantai Kedu, salah satu pengelola wisata Pantai Kedu, Yodistira mengatakan, bahwa adanya kapal tersebut merupakan berkah sendiri bagi Pantai Kedu, bahkan jika memungkinkan bangkai kapal itu akan dimanfaatkan menjadi ikon baru pantai kedu.

"Kita lagi mencari konsepnya mau diapain itu bangkai kapal. Jujur saja, sebenarnya sudah sejak dari dulu saya memimpikan adanya semacam ikon wisata berbentuk kapal, saat itu dalam angan saya, ikon kapal itu di tempatkan di wilayah pesisir (Rajabasa.red), Nah rupanya Tuhan ngasihnya disini, menurut saya ini luar biasa banget" Seloroh Yodis.

Yodis pun memastikan jika terdamparnya sebuah kapal adalah yang biasa, menjadi ramai karena fenomena ini jarang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan asal-muasal kapal tersebut dari mana dan milik siapa, tetap masih menjadi misteri. (red/kur)