Mampukah Lamsel Mewujudkan Program Sanitasi Sehat 2019?
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Senin, 22 Mei 2017

Mampukah Lamsel Mewujudkan Program Sanitasi Sehat 2019?

Kalianda, KaliandaNews – Mitra Bentala salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan menggelar diskusi tentang Peran Private sector actor untuk universal access 100% tahun 2019 terhadap sanitasi layak Kabupaten Lampung Selatan.


Dalam diskusi yang diselenggarakan di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamsel dengan beberapa instansi seperti Bappeda Lamsel, Dinas Kesehatan Lamsel, Dinas Pemukiman dan Perumahan Lamsel, Dinas Lingkungan Hidup Lamsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Koperasi, perwakilan Bumdes, perwakilan Sanitarian Puskesmas, BMTdan LSM tersebut membahas tentang sanitasi atau jambanisasi yang saat ini masih belum layak di Lamsel.

Direktur Mitra Bentala Lampung, Mashaby mengatakan diskusi dengan beberapa Instansi dan organisasi di Lamsel kali ini adalah untuk mencari cara mewujudkan target Lampung Selatan memiliki akses sanitasi yang sehat pada tahun 2019.

“Salah satu indikator penduduk miskin salah satunya adalah tidak punya sanitasi yang baik. Saat ini di Lamsel masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya sanitasi yang sehat.” Ungkap dia.

Dari 248 desa yang ada di Lamsel, saat ini hanya ada 22 desa yang telah mendeklarasikan open defecation free atau stop buang air besar sembarangan, sementara sisanya masih memiliki sanitasi yang buruk atau tidak sehat.

“Memang terdengar sepele, tapi sanitasi yang buruk bisa menyebabkan seseorang terkena bakteri E Coli yang sangat membahayakan, bayngkan bakteri E Coli ini dapat menyebabkan merusak organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh, misalnya seperti ginjal. Pada anak-anak, E coli dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah karena anak-anak mempunyai pertahanan diri yang lebih rendah daripada orang dewasa.” Terang dia.

Selain Mitra Bentala, dalam diskusi tersebut para peserta berharap Pemkab Lampung Selatan benar-benar mendukung program sanitasi sehat bagi masyarakatnya, sebab selama ini pemkab Lamsel dinilai hanya dapat membuat program tanpa implementasi yang jelas.

“Saya miris dengan Pemkab Lamsel, saya kira sampai tahun 2020 jika polanya masih sama seperti saat ini pasti tidak akan tercapai (mewujudkan target Lampung Selatan memiliki akses sanitasi yang sehat pada tahun 2019, red), selama ini hanya ada program namun tidak ada monitoring.” Ungkap Zakaria salah seorang peserta diskusi dari Komite Untuk Lampung Selatan sehat /KULS. (Kur)