Menengok Pesona Cagar Alam Gunung Anak Krakatau
-->
Kategori Berita

Header Menu

Minggu, 27 Agustus 2017

Menengok Pesona Cagar Alam Gunung Anak Krakatau

Kalianda, Kaliandanews - Anak Gunung Krakatau adalah salah satu cagar alam yang sudah terkenal  keseantero dunia yang dimiliki oleh Provinsi Lampung, Khususnya Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam rangkaian acara Lampung  Festival Krakatau ke-27 tahun 2017 kemarin, Kaliandanews berkesempatan ikut dalam rombongan tour krakatau dan berkunjung ke lokasi Gunung Anak Krakatau untuk melihat secara dekat bagaimana keindahannya pasca ledakan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam.


Terletak di selat sunda diantara Pulau Sumatera dan Jawa tepatnya di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, rombongan tour krakatau memulai perjalanan laut dari Dermaga Bom Kalianda menuju pulau sebesi menggunakan kapal motor selama kurang lebih 2 jam.

Setelah sampai ke Pulau Sebesi dan menginap satu malam, rombongan tour krakatau kembali diajak untuk naik ke kapal motor sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat agar bisa melihat sunrise pagi hari dari atas Gunung Anak Krakatau.

Rombongan tour kembali menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 2 jam 30 menit dari pulau sebesi, sebelum akhirnya sampai di lokasi Gunung Anak Krakatau.

Begitu menginjakan kaki di Gunung Anak Krakatau, anda akan disambut oleh pasir hitam lembut khas Gunung Anak Krakatau dan akan ada pemandu yang akan menunjukan jalan menuju bagian atas anak gunung krakatau, kenapa saya sebut bagian atas bukan puncak, karena puncak anak gunung krakatau yang memiliki ketinggian 813M dari permukaan laut tidak dapat didaki lantaran memiliki suhu yang cukup panas dan sudah pasti membahayakan para pendaki.

Perjalanan kembali dilanjutkan, kali ini menuju atas Gunung Anak Krakatau, namun sebelum itu para peserta tour harus mendengarkan instruksi pemandu terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai keatas Gunung Anak Krakatau dan juga tenaga ekstra karena trek pasir dilokasi tersebut kadang membuat peserta tour terpeleset dan terperosok jika kurang hati-hati.

Setelah mengikuti jalur yang telah ditentukan oleh pemandu, akhirnya rombongan tour sampai keatas Gunung Anak Krakatau, dari atas  terlihat jelas puncak gunung yang masih sering memuntahkan lahar panasnya itu dalam beberapa tahun terakhir, batu-batu sisa muntahan, lahar dan asap juga terlihat jelas dari atas anak gunung krakatau.

Tak hanya pemandangan puncaknya yang mempesona, dari atas Gunung Anak Krakatau peserta tour juga disuguhkan pemandangan kepulauan krakatau yakni Pulau Rakata atau Krakatau Besar, Pulau Panjang atau Krakatau Kecil serta Pulau Sertung.


Pemandangan yang sangat indah tersebut langsung dimanfaatkan oleh peserta tour untuk berselfie ria dan mengabadikan gambar disekitar Gunung Anak Krakatau, meneliti dan mengampil sempel pasir anak gunung krakatau untuk diteliti.

Setelah kurang lebih 1 jam berada diatas, peserta tour diharuskan untuk kembali menuju kaki Gunung Anak Krakatau sebelum kambali naik ke kapal motor dan bertolak ke dermaga bom Kalianda.

Secara keseluruhan perjalanan menuju anak gunung krakatau sangat menyenangkan dan membuat para peserta tour diingatkan kembali atas kejadian dasyat yang pernah terjadi pada 1883 silam.

Meski mempunyai pesona alam yang luar biasa, Gunung Anak Krakatau tidak bisa sembarangan dinikmati oleh para pelancong, hal ini dikarenakan statusnya sebagai cagar alam bukan objek wisata.

Untuk memperoleh akses kesana, para pelancong diwajibkan mengurus perizinan dahulu di Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung.
(Kur)