Napi Teroris Bom Thamrin Minta Dirinya Diizinkan Shalat Berjama'ah di Lapas Kelas IIA Kalianda
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Selasa, 08 Agustus 2017

Napi Teroris Bom Thamrin Minta Dirinya Diizinkan Shalat Berjama'ah di Lapas Kelas IIA Kalianda

Kalianda, Kaliandanews - Pujianto alias Puji alias Raider Bakiyah (35), narapidana kasus terorisme bom Thamrin Jakarta, meminta pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda Lampung Selatan, mengizinkan dirinya melaksanakan shalat 5 waktu secara berjamaah di Masjid Lingkungan Lapas setempat.

Hal ini dikatakan Napi terorisme yang baru masuk Lapas kelas IIA Kalianda 24 Juli 2017 lalu setelah dipindahkan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok tersebut.

Kepada Kaliandanews, Pujianto mengakui bahwa dirinya memang masih berstatus karantina di Lapas tersebut, namun keinginan beribadah 5 waktu berjamaah sangat diinginkannya.

"Waduh, saya gak ingat sudah berapa lama disini mas, saya juga ndak pernah lihat-lihat jam. Yang saya ingat, saya datang kesini pada hari senin, sekarang sudah 2 kali hari senin, nah hari ini sudah hari selasa. Memang disini lumayan nyaman mas, lebih tenang dibandingkan saya kemarin di Rutan Mako Brimob. Tapi mohon dicatat mas, saya disini tidak boleh shalat berjamaah! Padahal shalat berjamaah lebih baik dari sendiri-sendiri." ujar Pujianto, (08/08/17).

Kemudian Pujianto menambahkan, selain keinginan shalat berjamaah, dirinya sangat ingin ditemui oleh pihak BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).

"Saya kira anda-anda tadi dari BNPT mas, ternyata bukan. Saya ingin sekali bertemu dengan pihak BNPT, ingin berdiskusi tentang terorisme dan penerapan hukum Allah disini. Sayang sekali, keinginan saya ini belum sampai. Selain berdiskusi dengan mereka (BNPT), saya juga ingin diberikan minyak wangi merk Ahrab, yang botol kecil bulat, harganya murah kok mas, cuma 15 ribu. Tolong semua itu sampaikan dengan BNPT mas. Selain itu, saya disini kena kasus pemilikan senjata api, tetapi mereka menuduhkan saya pasal terorisme, hanya karena kawan-kawan saya ikut disangkakan terlibat terorisme. Tetapi tidak apa-apa, cap teroris terserah mereka, saya santai saja." Pungkas Pujianto pria asal Malang Jawa Timur tersebut.

Sementara KPLP Lapas Kalianda, Sutardjo, mengakui bahwa benar di Lapas Kalianda ada Napi kasus Terorisme.

"Betul mas ada warga binaan kasus terorisme, pindahan dari Rutan Mako Brimob Depok, datang sekitar 2 minggu yang lalu. Sekarang kami tempatkan di kamar khusus, karena masih tahap karantina. Agar memudahkan pengawasan, dia kami tempatkan berdekatan dengan pos jaga disini. Untuk keinginan dia shalat berjamaah, sudah kami ijinkan, sementara baru shalat jumat, kalau 5 waktu, mungkin kedepan akan kami ijinkan shalat zhuhur dan ashar dulu. Untuk yang lain, kita akan lihat kondisi dan faktor keamanan." Terang Sutardjo. (Kur)