Sambangi Lamsel, Sjachroedin ZP: Lamsel Butuh Pemimpin yang Pro dan Peduli "Buat apa Janji kalo tidak Ditepati"
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Jumat, 04 Agustus 2017

Sambangi Lamsel, Sjachroedin ZP: Lamsel Butuh Pemimpin yang Pro dan Peduli "Buat apa Janji kalo tidak Ditepati"

Kalianda, Kaliandanews – Mantan Gubernur Lampung yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia Sjachroedin ZP saat ini tengah “mudik” di kampung halamannya Lampung.
Sjachroedin ZP
Kepulangannya kembali di Lampung juga dimanfaatkan untuk berkunjung ke Lampung Selatan dalam rangka silaturahmi dan halal bihalal dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Lampung Sai di Desa Palembapang Kecamatan Kalianda, (04/08/17) siang.

Dalam kesempatan tersebut, saat memberikan sambutannya didepan para anggota Lampung Sai, Ormas dan OKP yang ada di Lamsel Sjachroedin ZP mengatakan saat ini Lampung Selatan membutuhkan pemimpin yang pro dan perduli dengan rakyat bukan hanya menebar janji-janji manis namun tidak bisa direalisasikan.

“Janji itu harus ditepati, kalo tidak ditepati apa itu namanya?. Buat apa janji muluk-muluk kalo tidak ditepati.” Ungkap Sjachroedin kepada sejumlah undangan yang hadir.

Selain itu ia juga mengomentari beberapa kebijakan di Lamsel yang menurutnya nyeleneh, salah satunya tentang pelantikan yang pernah dilakukan di Lamsel. “PNS gak boleh sembarangan, pelantikan kok di mesjid, apa ini?.” Ungkap dia.

Sjachroedin memang tidak menerangkan siapa yang dibicarakannya tersebut, namun beberapa waktu lalu beberapa pejabat di lingkup Lampung Selatan pernah dilantik di Masjid Kubah Intan atau yang kerap juga sebut Masjid Agung.

Tak hanya itu, ia juga menilai tentang kegiatan Itikaf yang akhir-akhir ini kerap diikuti oleh sejumlah (Jamaah -Red), baik pejabat hingga Kepala Desa se-Kabupaten Lampung Selatan, yang menurutnya terkesan mengarahkan jamaah yang biasa beribadah di Masjid Kubah Intan ke Masjid yang Baru. “Membangun yang baru dan meninggalkan yang lama, saya juga sedih.” Kata Mantan Gubernur Lampung Dua Periode itu.

Usai acara tersebut, rombongan Sjachroedin dan juga Ricko Menoza bertolak ke Masjid Kubah Intan Kalianda untuk menunaikan ibadah solat Ashar. Akan tetapi, rombongan itu terpaksa harus menunda sementara niatnya untuk shalat di Masjid Kubah Intan lantaran air di Masjid Kubah Intan habis. “Airnya habis, gak jadi shalat disini, shalat di NBR (Negeri Baru Resort).” Ungkap salah seorang rombongan Sjachroedin. (Kur/Nz)