Saat Mencari orang yang Diterkam Buaya, Pawang Buaya Dimakan Buaya di Kaltim
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Minggu, 17 September 2017

Saat Mencari orang yang Diterkam Buaya, Pawang Buaya Dimakan Buaya di Kaltim

Video pawang tewas dimangsa buaya di sungai di Kutai Kertanegara, Kaltim (Foto: Screenshot Video Instagram)
Kaliandanews - Seorang pawang buaya bernama Suprianto tewas dimangsa buaya di sebuah sungai di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur . Sabtu (16/9).

Diketahui Suprianto sang pawang, terjun ke sungai untuk mencari Arjuna yang juga diserang buaya sehari sebelumnya.
 Pria pawang tersebut sempat menenggelamkan dirinya sebelum berenang dan dimangsa buaya (Foto: Screenshot Video Instagram)
Proses detik-detik dimangsanya sang pawang sempat terekam kamera ponsel warga. Akunamsamarinda mem-posting dua video terkait peristiwa tersebut. Video tersebut diambil dari dua angle yang berbeda.

Di video pertama, tampak sang pawang tengah berenang telanjang dada di Sungai TB RT 17, Muara Jawa Ulu, Muara Jawa, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pria tersebut tampak menenggelamkan badannya sekitar 5-8 detik. Kemudian dia kembali muncul ke permukaan dan langsung berenang ke arah depannya. Kurang dari 10 meter, pria tersebut terlihat seperti tertarik ke dalam air.

Kapolres Kutai Kertanegara, AKBP Fadillah Zulkarnaen membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan pawang tersebut tengah mencari korban yang sebelumnya disambar oleh buaya di sungai yang sama. 

"Iya (kejadiannya kemarin), kalau tidak salah jam 11.00 WIB. Jadi ada satu korban. Pertama ada satu yang hilang, isunya dimakan buaya. Lalu didatangkan pawang. Pawang masuk ke sungai, dia baca-baca mantra, dia berenang, lalu hilang juga," ujar Fadillah.
Dalam jarak kurang dari 10 meter, pria tersebut lalu seperti tertarik ke dalam air. Tubuhnya lalu menghilang (Foto: Screenshot Video Instagram)
Berdasarkan keterangan saksi, Fadil mengatakan, korban diserang buaya itu selama 2 menit. Setelah itu tidak diketahui lagi jasad Suprianto.

 "Korban tersebut langsung hilang dan tidak timbul sampai dengan saat ini," kata Fadil.

Fadil tidak tahu mengapa Suprianto harus berenang di sungai untuk mencari Arjuna. Fadil menambahkan, Suprianto juga membaca mantra-mantra saat mengarungi sungai.

 "Kita tidak tahu masing-masing orang punya ilmu, cara memanggil buaya kita tidak tahu juga. Tapi yang jelas ini sudah takdir," ucap Fadil. (Red)