Biaya Persalinan Non BPJS RSUD Bob Bazar Mencapai 10 Juta? Jampersal Kemana?
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Selasa, 07 November 2017

Biaya Persalinan Non BPJS RSUD Bob Bazar Mencapai 10 Juta? Jampersal Kemana?

KALIANDA, KALIANDANEWS – Perda besarnya biaya persalinan Caesar di RSUD Bob Bazar dikabarkan mencapai angka 10-12 Juta Rupiah. Hal tersebut dikatakan oleh salah seorang pasien kurang mampu Non BPJS yang hendak melakukan persalinan Caesar di RSUD tersebut.
Foto: Ist
Menurut keterangan keluarga pasien, pasien dirujuk ke RSUD Bob Bazar pada hari Senin (6/11) sekitar pukul 22.00 WIB agar bisa dilakukan proses persalinan Caesar. Hal itu dikarenakan pasien sudah dalam kondisi kehabisan air ketuban, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan proses persalinan normal.

Namun sesampainya di RS, pihak keluarga dikagetkan dengan biaya persalinan yang cukup besar untuk kategori pasien umum Non BPJS. Terlebih keluarga pasien tergolong masyarakat kurang mampu yang belum terdaftar layanan BPJS.

"Kata petugas yang berjaga, biaya persalinan berkisar 10-12 juta dan itu sudah diperdakan, kemudian penanganan tidak bisa dilakukan langsung saat itu juga, melainkan harus menunggu esok pagi karena dokternya sedang tidak ada ditempat," Ungkap salah seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

Ia melanjutkan, atas alasan itu, dengan berat hati pihak RS menyarankan agar proses persalinan dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak atau Klinik terdekat. Mengingat kondisi pasien sudah dalam keadaan kritis, serta biaya persalinan di klinik lebih murah dibandingkan di RSUD.

"Kami kemudian diarahkan ke klinik terdekat untuk penanganannya, selain itu juga menurut pihak RS, kami belum bisa menggunakan layanan BPJS dikarenakan belum mendaftarkan diri, dan perlu waktu 14 hari prosesnya pendaftarannya, jadi harus melalui umum. Untuk itu kami tidak berfikir panjang ke kelinik terdekat yang penting pasien selamat," Tambahnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, reporter Kaliandanews mencoba mencari kebenaran akan Perda estimasi biaya itu, dengan menemui langsung Kasubag Keuangan RSUD Bob Bazar Eli Rosmalina. Alhasil diruang kerjanya, Eli membeberkan Perda estimasi biaya tersebut secara terperinci.

Dimeja kerjanya Eli Rosmalina menapik akan informasi itu. Menurutnya, tidak ada yang membenarkan estimasi jumlah biaya persalinan mencapai angka seperti yang disebutkan. Berdasarkan perhitungan yang utarakan dihadapan reporter kaliandanews, ia menjumlahkan total untuk seluruh biaya persalinan Kelas 3 Non BPJS hanya berada dikisaran 3,8 juta rupiah saja.

"Karena ini kategorikan kurang mampu, coba kita hitung ya bersama-sama. Jika berdasarkan biaya yang sudah diperdakan, biaya operasi berikut perawatan selama 3 hari itu sebesar 3,8 juta sudah termasuk visit dokter sudah penginapan, konsul, kemudian ganti perban dan lainya. Tapi ini untuk kelas 3 ya karna untuk kategori kurang mampu itu biasanya kelas Tiga," Beber Eli Seraya Menunjukan Berkas Estimasi Biaya Persalinan kepada kaliandanews, Selasa (07/11/2017).

“Mungkin yang dimaksud oleh pegawai untuk dirujuk ke RSIA atau klinik terdekat tersebut, agar proses persalinan atau operasi dilakukan sesegera mungki. Mengingat kondisi pasien yang sudah lemah,” Sambungnya.

Sementara itu Direktur RSUD Bob Bazar dr. Diah Anjarini mengatakan, pihaknya memang menerima laporan tersebut dan itu sudah ditegaskan kepada seluruh karyawan RS agar tidak terulang kembali. Menurutnya untuk estimasi biaya persalinan tidak sebesar itu, sudah di rencanakan dan dikaji secara matang.

"Perlu diketahui kita menggodok anggaran itu kita sudah mempertimbangkan agar bisa terjangkau oleh masyarakat, tapi tetap bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu sendiri. Jadi kita tidak ada mempersulit masyarakat, sepenuhnya kita memberikan pelayanan untuk masyarakat," Jelas Diah.

Ia melanjutkan, sebetulnya ada layanan khusus untuk masyarakat kurang mampu non BPJS bisa dibantu dengan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Namun menurutnya, program tersebut terdapat di Dinas Kesehatan.

"Itu bisa diurus, di koordinasikan dengan Kesga Dinkes, sya juga sudah bantu menjelaskannya, agar program Jampersal bisa terisolasi sampai ke Bidan Desa dan Masyarakat, dengan begitu masyarakat kurang mampu bisa terbantu," Pungkas Diah.

Sebagai catatan, saat ini pasien sudah menjalani perawatan disalah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak di sekitar kota kalianda. Terlebih instansi terkait dikabarkan akan memberikan Layanan Jampersal, sehingga biaya persalinannya bisa dibantu oleh pihak pemerintah bahkan berkemungkinan digratiskan meski proses persalinan ditangani oleh pihak RSIA. (Red)