Difoto Saat Tertidur Dalam Rapat Paripurna, Anggota Dewan Ancam Wartawan
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Rabu, 22 November 2017

Difoto Saat Tertidur Dalam Rapat Paripurna, Anggota Dewan Ancam Wartawan

Foto anggota dewan yang diambil oleh wartawan Hanggumpost.com

Kalianda, Kaliandanews - Salah seorang oknum anggota DPRD Lampung Selatan Bejo Susanto, mengancam Ujang Irawan, wartawan online Hanggumpost.com setelah anggota dewan tersebut difoto saat tertidur, dalam rapat paripurna pengesahan Ranperda beberapa lalu.

"Saya ini Ketua Tapak Suci Lampung Selatan, kalau anak buah saya tahu bisa dicari in dia (wartawan,red) itu,"ujar Bejo Susanto, Rabu (22/11), usai pengukuhan kontingen Lamsel,  ketika berbicara dengan Dirsah (wartawan Kupas Tuntas).

Menurut Dirsah, Bejo Susanto yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung Selatan itu, sempat berkata dengan nada tinggi, ketika ditanyai terkait foto yang beredar dirinya sedang tertidur lelap saat digelar sidang paripurna tersebut.

"Dia langsung ngomong begitu, dengan nada tinggi sambil berkata, kenapa foto itu dipublikasikan. Saya ini ketua (pencak silat) Tapak Suci, kalau kawan-kawan tau dicariin orang itu nanti ," ujarnya tanpa menyebutkan apa maksud mau mencari Ujang Irawan.

Sementara itu, Bejo Susanto yang ditemui awak media di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda apa maksud ucapan ancaman yang ditunjukan pada wartawan, tidak dapat menjelaskan dan malah menyalahkan wartawan Kupas Tuntas Dirsah.

"Itu kan hanya penyampaian orang saja. Saya minta maaf dan jangan persoalan ini dibesar-besarkan,"katanya.

Ujang Irawan sendiri saat dikonfirmasi terkait ancaman terhadap dirinya mengatakan tidak masalah dengan ancaman tersebut.

"Kalo saya gak masalah, itu kan memang tugas kita untuk memberitakan, itu kan sesuai fakta, kita juga dilindungi undang-undang kok, sebagai koreksi juga untuk wakil rakyat," kata Ujang.

Ia juga mengatakan, sudah seharusnya seorang wartawan memberitakan suatu kejadian. "Itu juga terjadi diruang publik, di gedung dewan, kalo ancam mengancam saya kira gak masalah, kita sebagai wartawan memang sudah resiko kita, selagi kita memang di track kita ya gak masalah," terang dia.

Sementara Ketua PWI Lamsel Alpandi juga menyayangkan ancaman tersebut, menurutnya, seorang petinggi legislatif tidak seharusnya mengancam seorang jurnalist.

"Jika pengancaman itu benar,sangat disayangkan oknum DPRD Lamsel tersebut mengancam profesi jurnalist, apalagi seorang petinggi legislatif. Seharusnya, narsum itu punya etika, dalam menyikapi persoalan ini, dan menghargai profesi wartawan. Karena wartawan itu dilindungi undang-undang," Tukasnya. (Kur)