Gara-gara Dicukur Ketipisan Oknum Polisi Aniaya Tukang Cukur dan Lepas Tembakan di Pringsewu
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Minggu, 26 November 2017

Gara-gara Dicukur Ketipisan Oknum Polisi Aniaya Tukang Cukur dan Lepas Tembakan di Pringsewu

Massa mendatangi Polsek Sukoharjo meminta aparat kepolisian menindak tegas oknum polisi ER. (Ist)
Kaliandanews.com - Masyarakat Lampung disuguhi sikap arogansi yang dilakukan oknum aparat kepolisian.

ER yang berangkat Brigpol anggota aktif dari Polres Tulang Bawang Lampung ini telah menganiaya Sopyan Doni K (24) Bin Likum Gunadi yang beralamat di RT/RW 01/03 Pekon Suka Mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu lantaran hal yang sangat sepele.

Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin Regaga kepada media menjelaskan kronologis penganiayaan tersebut. Sabtu (25/11/2017).

Dia menjelaskan, kejadian pada hari Sabtu (25/11) sekira Pukul 17.30 WIB, ER anggota Polri cukur rambut di Salon MISTER CUT di Pekon Suka Mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, yang mana menurut ER potongan nya tidak sesuai (terlalu tipis), kemudian ER menegur Doni, Doni lalu menjawab bahwa itu tidak terlalu tipis.

Merasa tidak terima, terjadilah adu mulut antara Brigpol ER dan Doni, Kemudian ER memukul Doni, lalu Doni meminta tolong kepada saksi Kamelia dengan isyarat tangan (melambaikan tangan), sambil meninggalkan ER, akan tetapi ER mengejar korban sambil membawa pisau cukur milik Doni.

Selanjutnya, pada saat itu ER juga mencabut patok bambu yang berada di pinggir jalan, kemudian ketika di depan warung milik Kamelia korban jatuh kemudian langsung di pukul memakai patok bambu oleh ER sebanyak satu kali di bagian kaki.

Setelah itu ER membuang pisau cukur dan patok bambu dan kemudian meninggalkan Doni dan pulang ke rumah mertuanya di Pekon Siliwangi.

“Selang lebih kurang 10 menit ER kembali lagi untuk menemui korban (Doni) dengan membawa senjata api jenis revolver, lalu ER langsung membuang tembakan ke atas sebanyak 3 (tiga) kali  dan 1 (satu) kali tembakan ke arah korban akan tetapi meleset" Kata Kapolsek.

Setelah itu, ER mengancam warga Pekon Sukamulya yang sudah berkumpul akibat mendengar ada keributan dengan menodongkan senjata api ke warga, setelah itu ER pergi menuju rumah mertuanya.‎

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka dibagian muka dan di kaki,” pungkasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Pringsewu geram dan menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum anggota Kepolisian aktif yakni ER yang berdinas di Polres Tulang Bawang Lampung yang dinilai arogan.

“Sikap yang tak terpuji sebagai anggota polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat, kata pengayom mengandung makna melindungi/mengayomi masyarakat, memberikan kenyamanan,” ujar A‎nton Subagio anggota DPRD dari fraksi golkar komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu kepada reporter krakataunews.com (Grup Kaliandanews), Minggu (26/11/2017)‎.

Dia menegaskan, Dewan terhormat ini meminta atasannya untuk segera menidak tegas kepada pelaku yang membuang tembakan bukan pada tempatnya.

“Komisi 1 meminta agar yang bersangkutan (Oknum Anggota Kepolisian Brigpol Edwin Rais Anggota Polres Tulang Bawang ) segera di tindak sesuai undang-undang yang berlaku tentunya di periksa mentalnya yang mengunakan senjata api di sembarang tempat,” tegasnya.

Atas kejadian ini, dia berharap kepada Polda Lampung untuk segera menindak ER karena telah membuat resah masyarakat disekitar kejadian.

“‎Kami meminta kepada Kapolda Lampung memberikan hukuman yang bersangkutan agar kejadian ini tidak berulang,” pungkasnya. (Red)