Tinggi Gelombang Capai 5 Meter, Pelabuhan Merak-Bakauheni Ditutup
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Kamis, 30 November 2017

Tinggi Gelombang Capai 5 Meter, Pelabuhan Merak-Bakauheni Ditutup

BAKAUHENI, KALIANDANEWS - Sejak pukul 17.45 WIB, Kamis (30/11) hingga batas waktu yang tidak ditentukan, pelayanan di pelabuhan penyebrangan Merak - Bakauheni ditutup sementara akibat cuaca ekstrem dan gelombang yang cukup tinggi diselat sunda.
Foto: Kondisi di KMP Titian Murni Pukul 15.00 WIB saat Bongkar Muat di Dermaga 1 Merak (ist)
Penutupan tersebut merupakan hasil keputusan dari rapat koordinasi ASDP, GAPASDAP, BPTD, KSOP jam 17.15 s/d 17.45 WIB, yang memutuskan penutupan sementara penyeberangan merak Bakauheni terhitung pukul 17.45 WIB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ombak tinggi menerjang area pelabuhan. Foto Ist.
Berdasarkan data yang diterima kaliandanews, cuaca diselat sunda yang merupakan jalur penyeberangan Merak - Bakuheni saat ini cukup exstrem, gelombang mencapai 5 Meter dengan Kecepatan angin diatas 45 knot.

Sementara itu General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan Anton Murdianto, SH, mengatakan, keberangkatan kapal untuk sementara di tunda akibat cuaca buruk.

“Kapal tidak bisa berlayar, karena kecepatan angin mencapai 45 knots, dan tinggi gelombang mencapai 4-5 Meter.” Jelas Anton.

Anton menambahkan, dengan cuaca seperti ini, kapal tidak bisa di paksakan untuk berlayar. Bahkan ada kendaraan fuso trailer yang terbalik di KMP Titian Murni.

“Untuk keberangkatan calon penumpang yang akan menyeberang ke pulau jawa tujuan pelabuhan merak, melihat kondisi gelombang laut dan kecepatan angin sudah normal, kapal akan di berangkatkan dan pelabuhan bakauheni akan di buka kembali lagi.” Pungkas Anton. (nz)
Foto: Kondisi di KM Titian Murni Pukul 15.00 WIB saat Bongkar Muat di Dermaga 1 Merak (ist)