Deklarasi Janji Kerja, Lapas Kelas IIA Kalianda Akan Jaga Netralitas Dalam Pilkada
KANAL
Cari Berita

Deklarasi Janji Kerja, Lapas Kelas IIA Kalianda Akan Jaga Netralitas Dalam Pilkada

Senin, 08 Januari 2018

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Muchlis Adjie (tengah)

Kalianda, Kaliandanews - Lapas kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan menggelar upacara deklarasi janji kinerja 2018 di lapangan lapas setempat, Senin pagi (08/01/18).

Kepala lapas kelas IIA Kalianda, Muchlis Adjie, yang memimpin upacara membacakan sambutan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yosanna H. Laoly.

"Saya mengingatkan kepada saudara-saudara semua untuk tetap solid dam kompak dalam bekerja, berkinerja secara cepat untuk segera menyelesaikan sisa target 2017 dan melaksanakan target 2018 dengan tuntas dan berkualitas," ungkap Muclis Adjie.

Dalam sambutan tersebut juga disinggung tentang netralitas aparatur sipil negara (ASN) Kementrian Hukum dan HAM, dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serta pemilihan Presiden dan anggota legislatif 2019 mendatang.

"Tahun 2018 adalah tahun politik yang diwarnai dengan dimulainya pilkada serentak di 171 daerah pada tanggal 17 Juni 2018 nanti, sekaligus tahun persiapan menuju pemilu presiden serta pemilu legislatif 2019. Sebagai aparatur sipil negara, saudara harus menjaga netralitas," kata Muchlis.

Ia berharap para ASN Lapas Kelas IIA Kalianda dapat memegang janji tersebut sesuai dengan apa yang diamanatkan. "Melalui deklarasi janji kinerja tahun 2018, saya minta janji kerja ini hukan hanya sekedar diucapkan, melainkan harus segera diimplementasikan dalam bekerja dan melayani masyarakat," pungkas Kalapas Kendari Sulsel itu.

Sementara terkait pemilu yang akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018 ini, Muchlis memastikan warga binaan di Lapas Kelas IIA Kalianda tetap akan mendapatkan hak pilihnya.

"Ya pasti, mereka tetap dapat memilih, nanti disini akan ada bilik suara, cuma biasanya memang ada beberapa napi yang terkendala karena tidak ada KTP," terangnya.

Untuk diketahui, di Lapas Kelas IIA Kalianda ada 628 warga binaan yang menjalani hukuman. (Kur)

BERITA LAINNYA