Pelaku Penculikan di Bakauheni Ditangkap, Alasannya Sakit Hati
-->
Kategori Berita

Header Menu

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelaku Penculikan di Bakauheni Ditangkap, Alasannya Sakit Hati


Yusuf Sugeng pelaku penculikan (bertopeng)
Kalianda, Kaliandanews - Tindak pidana penculikan anak terjadi di Dusun Way Apus Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, (12/01/18) lalu.

Penculikan tersebut dilakukan oleh Yusuf Sugeng Pramudia (32), warga Way Apus Desa Bakauheni yang berprofesi sebagai guru olahraga dan pembimbing pramuka di SMP YPB Bakauheni.

Pelaku membawa empat korban yang merupakan murid di sekolah tersebut yakni FN (14), MS (15), NHB (13), dan MA (17). Ketika di tanya, salah seorang korban mengatakan diiming-imingi akan dilantik sebagai anggota pramuka garuda di Cibubur Jawa Barat.

Awalnya, pihak keluarga keempat anak tersebut tidak menyadari anaknya diculik lantaran si anak izin kepada orang tua akan mengikuti kegiatan pramuka di Cibubur Jawa Barat. Namun saat orang tua korban mengkonfirmasi tentang kegiatan tersebut, pihak sekolah mengatakan tidak pernah mengutus anak muridnya untuk kegiatan pramuka di Cibubur.

Pihak keluarga yang khawatir lantaran anak-anaknya tidak dapat dihubungi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian. Pihak kepolisian yang bertindak cepat langsung mencari pelaku dan korban, sebelum akhirnya ditemukan di kontrakan pelaku di daerah Kampung Baru Cilegon.

Selama bersama pelaku, korban mengatakan diperlakukan dengan baik. Hanya saja korban tidak diperbolehkan memegang handphone. "Saya gak diapa-apain, pagi mandi makannya biasa tiga kali sehari. Gurunya baik (tersangka)," kata NHB salah seorang korban di Mapolres Lamsel, (20/01/18).

Sedangkan tersangka mengaku melakukan penculikan tersebut lantaran sakit hati dengan pihak sekolah SMP YBP Bakauheni, sebab selama ini segala kegiatan yang ia ajukan tidak pernah direspon oleh pihak sekolah.

"Baru dua bulan (kerja di sekolahan, red), saya sakit hati karena pihak sekolahan tidak merespon kegiatan pramuka. Supaya mereka tahu, baha mereka lalai dalam menjaga anaknya. Saya gak minta apapun, saya cuma minta perhatian," terang pria berperawakan kurus tersebut.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan sendiri langsung mengembalikan keempat korban tersebut kepada orang tuanya di Mapolres Lamsel. "Kami akan menyerahkan kepada pihak keluarga, kami pastikan tidak ada tindak kekerasan terhadap mereka. Mereka juga mengatakan tidak ada kekerasan, hanya tidak diperbolehkan keluar dan tidak diperbolehkan memegang hp," kata Syarhan.
M. Syarhan saat menyerahkan korban penculikan ke orang tua korban

Sementara Rohim, perwakilan orang tua korban mengatakan sangat berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah menyelamatkan anaknya.

"Kami gak bisa memberikan apa-apa, kami hanya ingin mengatakan ungkapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian, terutama untuk bapak Kapolres dan tim yang sudah membawa anak kami kembali," ungkap Rohim. (Kur)