Dialog Komisi C DPRD Lamsel Dengan Masyarakat Kecamatan Katibung Berlangsung Alot
-->
Kategori Berita

Header Menu

Rabu, 14 Februari 2018

Dialog Komisi C DPRD Lamsel Dengan Masyarakat Kecamatan Katibung Berlangsung Alot

KALIANDANEWS, KATIBUNG – Dialog antara Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan (Lamsel), bersama dengan masyarakat Dusun Gubuk Garam dan Surung Batang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lamsel, berlangsung alot.

Polemik akibat aktivitas peledakan batu (blasting) yang dilakukan oleh PT. Batu Alam Tarahan masih belum bisa terselesaikan.

Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) para legislator di Balai Desa Tarahan tersebut bertujuan menampung aspirasi sejumlah masyarakat setempat. Serta mencari solusi dalam pertemuan tersebut. Sedangkan Jajaran Manajemen PT. Batu Alam Tarahan, menolak hadir untuk melakukan mediasi dan bermusyawarah, Rabu, (14/02/18).

“Ini yang bermasalah adalah pihak perusahaan. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau dari pihak PT. Batu Alam Tarahan malah tidak ada? Justru, hal ini menambah keyakinan bahwa PT tersebut dalam masalah, seperti yang sudah disebutkan, kalau izin peledakan sudah di cabut oleh Polres Lampung Selatan,” terang Ketua Komisi C DPRD Lampung Selatan, Sunyata, Selasa (14/02).

“Menurut warga, sekitar sejak tahun 2015 tidak ada masalah. Namun, ketika menggunakan bahan peledak, mulai timbul masalah lagi. Apalagi uji Coba Peledakan di tanah milik warga itu yang membuat pemilk tanah merasa dirugikan oleh pihak perusahaan. Bahkan pemilik tanah malah dilaporkan oleh pihak perusahaan,” tambahnya.

Aktivitas peledakan batu yang dilakukan oleh pihak perusahaan dianggap merugikan masyarakat. Diketahui, sebelumnya, PT. Batu Alam Tarahan sudah sepakat tidak menggunakan bahan peledak di areal tanah warga. Namun, kesepakatan itu dilanggar. Kegiatan peledakan dilakukan tanpa pemberitahuan ke pamong Desa setempat.

“Dalam kesempatan ini, pihak perusahaan hanya mengutus perwakilan saja. Seharusnya, salah satu dari jajaran manajemen dapat hadir disini untuk menjawab semua unek-unek masyarakat,” katanya.

Berdasarkan situasi saat itu, Komisi C memutuskan untuk melakukan pemanggilan terhadap PT. Batu Alam Tarahan. Pada proses hearing lanjutan di Kantor DPRD Lamsel, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kesepakatan yang berimbang.

“Tapi, pada saatnya nanti perusahaan sudah menyelesaikan masalahnya dengan masyarakat, kesepakatan khusus mengenai blasting diminta secara detail. Jangan sampai setengah-setengah. Karena yang namanya peledakan ini, dampaknya bagi lingkungan sekitar sangat besar sekali,” ujar anggota Komisi C, Sukardi.

“Getaran dari peledakan itu sendiri seperti gempa bumi, sehingga rumah-rumah penduduk pun bisa retak atau bahkan rubuh. Kesepakatannya seperti apa, kedalaman saat peledakannya berapa, dan dilakukan diberapa titik, itu harus dipastikan. Jangan sampai nanti pihak perusahaan meledakkan 15 titik, bisa bubar negara ini,” imbuh politisi Partai Amanat Nasional tersebut.

Ditempat Terpisah, Kepala Desa Tarahan, Junaidi, menjelaskan, masyarakat juga meminta ganti rugi tanah kepada PT. Batu Alam Tarahan. Janji perusahaan untuk memberikan kompensasi terhadap warga Dusun Gubuk Garam dan Surung Batang, juga belum dipenuhi.

“Ada tanah milik warga yang belum diganti rugi tapi sudah dipakai. CSR nya juga tidak pernah keluar, walaupun sudah menjadi kesepakatan, jalan yang berdebu harus disiram. Namun, itu semua telah di langgar oleh pihak PT tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Camat Katibung, Sabilal, membenarkan bahwa adanya laporan dari pihak Desa terkait peledakan yang di lakukan oleh PT. Batu Alam Tarahan yang merugikan warga Desa setempat.

“Kata masyarakat, sampai saat ini, permasalahan belum juga selesai. Bahkan, sempat telah di mediasi oleh pihak Komisi A DPRD Provinsi Lampung, tapi tidak tuntas juga,” tutupnya. (red/sg)