Kepergok Maling Pisang, Pelaku Malah Bacok Warga Kayubi
-->
Kategori Berita

Header Menu

Senin, 19 Februari 2018

Kepergok Maling Pisang, Pelaku Malah Bacok Warga Kayubi

KALIANDANEWS, PENENGAHAN - Salah seorang warga Desa Kayubi Kecamatan Penengahan bernama Rapi (40), menjadi korban pembacokan oleh pencuri yang tengah asik memanen buah pisang dikebun miliknya.
Foto: Korban sedang menjalani perawatan di RS BOB BAZAR
Berdasarkan keterangan korban, buah pisang yang berada dikebunnya tersebut, memang kerap kali disatroni kawanan pencuri. Namun rupanya kali ini, sekitar pulul 16.00 WIB, Sabtu (17/2/18), dirinya tak sengaja memergoki salah seorang yang sedang mencuri dikebunnya.

Melihat kejadian itu, korban mencoba menegur pelaku dan mempertanyakan apa yang sedang dilakukan pelaku dikebun miliknya tersebut. Namun naas, bukam jawaban yang ia terima, pelaku justru mencabut golok dan membacok korban, dan kemudian melarikan diri.

"Jam 4 Sore saya kekebun, dan tak sengaja melihat ada orang yang sedang mencuri buah pisang dikebun saya. Kemudian saya tegur, dia malah melawan, kami berdua sempat duel sebelum dia membacok saya menggunakan Golok. Lalu saya berteriak meminta pertolongan warga sekitar," Jelas Rapi Minggu (18/02/18).

Rapi menambahkan, usai membacok dirinya, pelaku panik lantaran dirinya berteriak meminta pertolongan warga. Kemudian pelaku berhasil melarikan diri dengan mengendarai Motor Beat berwarna Hijau.

"Usai dia membacok saya, saya berteriak dan dia panik, sampai-sampai golok miliknya itu ketinggalan, lalu dia melarikan diri dengan mengendarai motor beat miliknya," Tuturnya.

Atas kejadian tersebut, kini Rapi menjalani perawatan yang serius di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Ia berharap pelalu segera ditangkap oleh aparat yang berwajib, karena dirinya menjadi korban pencurian dan penganiayaan.

"Kami sudah lapor aparat kepolisian, semoga pelaku segera ditangkap. Jika tidak segera di tangkap, selain melakukan tindakan kriminal, pelaku sudah meresahkan warga. Apalagi ini bukan kali pertamanya hasil kebun saya dan warga hilang," Tutupnya. (Nz)