Dalam sehari, Jasa Raharja Kalianda Santuni Tiga Korban Kecelakaan
-->
Kategori Berita

Header Menu

Senin, 12 Maret 2018

Dalam sehari, Jasa Raharja Kalianda Santuni Tiga Korban Kecelakaan

Kepala KPJR Kalianda, M. Kamil saat memberikan santunan

Kalianda, Kaliandanews - Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR) Kalianda, Lampung Selatan memberikan santunan kepada ahli waris tiga korban kecelakaan lalu lintas di Lamsel, (12/03/18).

Ketiga korban yang disantuni oleh KPJR Kalianda yakni keluarga Dedy Tamzil (25) warga Dusun Kota Dalam Atas Kecamatan sidomulyo, keluarga Mandok (65) warga Dusun Suka Banjar Desa Tarahan Kecamatan Katibung dan keluarga Sutopo (36) warga Dusun Kaliliak Desa Kalirejo Kecamatan Palas.

Kepala KPJR Kalianda, M. Kamil mengatakan ketiga korban yang disantuni oleh Jasa Raharja merupakan korban kecelakaan lalu lintas di tiga tempat yang berbeda.

"Korban atas nama Dedi Tamzil adalah korban kecelakaan di Jalinsum Desa Rangai Kecamatan Katibung, korban atas nama Mandok merupakan korban kecelakaan di Tarahan Katibung sementara Sutopo merupakan korban kecelakaan di Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung," kata M. Kamil kepada Kaliandanews.

Kamil juga menerangkan, ketiga korban laka lantas tersebut masing masing mendapatkan santunan sebesar 50 juta rupiah, sesuai dengan UU no 34 tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas jalan dan PMK no 16/PMK.010/2017 tgl 13/02/2017.

"Alhamdulillah setelah dilakukan survey, santunan untuk ketiga keluarga korban sudah kami proses pembayaran semuanya pada hari ini, via bank BRI, tentunya didukung oleh para mitra kerja terkait dalam hal ini Unit laka lantas Polres Lampung Selatan yang telah memberikan informasi kecelakaan dengan cepat, serta PT Bank Rakyat Indonesia  Kanca Kalianda yang telah membantu proses pembuatan rekening ahli waris korban " terang dia.

Jasa Raharja berharap, dengan adanya santunan yang diberikan oleh pemerintah melalui PT Jasa Raharja (persero)  kepada setiap ahli waris korban kecelakaan lalu lintas tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

"Santunan ini memang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan rasa sedih akan kehilangan, namun kami berharap ini (santunan, red) dapat bermanfaat bagi keluarga korban," pungkas dia. (Kur)