Anak Gunung Krakatau Erupsi, Kapolda Tinjau Jalur dan Sistem Evakuasi Pulau Sebesi
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Selasa, 17 Juli 2018

Anak Gunung Krakatau Erupsi, Kapolda Tinjau Jalur dan Sistem Evakuasi Pulau Sebesi

Kapolda saat meninjau Anak Gunung Krakatau

RAJABASA, KALIANDANEWS - Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana dan Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan meninjau Anak Krakatau, (17/07/18).

Kapolda dan Kapolres juga mengunjungi Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa yang jaraknya sangat dekat dengan Anak Gunung Krakatau untuk memastikan sistem atau jalur evakuasi di pulau tersebut apabila terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau.
Kapolda ditemani Kapolres dan anggota kepolisian saat di Pulau Sebesi

"Termasuk kesiapan kapal untuk mengungsikan warga,” kata Suntana.

Suntana juga mengatakan ia telah menginstruksikan penempatan khusus personil Polda Lampung di Pulau Sebesi.  Petugas tersebut menambah personal Polsek, yang memantau situasi di sekitarnya, dengan sistem berkeliling.

Anak Krakatau tercipta dari eksplosif pulau Abu. Kalderanya dibentuk letusan pada tahun 1883, yang debunya melambung sampai Eropa.  Dengan boiler 813 m dan lebar 189 m, gunung berapi di Selat Sunda itu selalu mengamuk dari Tahun 1530, 1680-81, 1684, dan puncaknya pada Tahun 1883.

Anak Krakatau aktif sejak Tahun 1927-30 dan terus menerus membuat letusan dari 1931 hingga 2018, kecuali pada Tahun 1948, 1951, 1954, 1961, 1964, 1970, 1976-77, 1982-1987, 1990-1991, dan 2002-2006.

Dalam dua pekan terakhir, dari seberang Sumatera, di Anyer dan Labuan, letusan Anak Gunung Krakatau sering terdengar pada sore hingga pagi hari. Banyak wisatawan yang menuju pulau itu untuk mengabadikan letusannya. (*)