Anak Gunung Krakatau Erupsi, PMI Lamsel Bagikan 2.000 Masker di Kecamatan Rajabasa
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Minggu, 12 Agustus 2018

Anak Gunung Krakatau Erupsi, PMI Lamsel Bagikan 2.000 Masker di Kecamatan Rajabasa

Salah seorang anak tengan dipakaikan masker oleh PMI

RAJABASA, KALIANDANEWS - Aktifitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat beberapa minggu lalu menyebabkan abu vulkanik menyebar ke beberapa wilayah di Kecamatan Rajabasa. Akibatnya  kualitas udara di kecamatan Rajabasa tercemar dan mengalami penurunan kualitas.

Menindak lanjuti hal tersebut PMI Kabupaten Lampung Selatan melakukan tindakan pengurangan dampak abu vulkanik dengan membagikan 2.000 masker gratis kepada masyarakat di beberapa Desa di Kecamatan Rajabasa, Sabtu (11/8/12).

“PMI Laampung Selatan bersama sukarelawan dan PMR membagikan 2000 masker kepada masyarakat di kecamatan Rajabasa, yaitu desa Way Muli, Batu Balak, Kunjir dan desa Tejang di Pulau Sebesi,” jelas Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Lampung Selatan, Fredi Bijaktian.

PMI Kabupaten Lampung Selatan bersama Sukarelawan serta PMR SMAN 1 Rajabasa dan PMR MA Gupi Sragi memulai pembagian masker di kegiatan PERJUSAMI Pramuka se-kecamatan Rajabasa di Pantai Banding Resort. Dilokasi itu 200 masker di bagikan langsung kepada peserta Perjusamai yang  didominasi oleh Siswa/Siswi Sekolah tingkat Dasar.
Selanjutnya tim PMI Kabupaten Lampung Selatan membagikan 100 masker di SMAN 1 Rajabasa dan dilanjtukan membagikan 300 masker di tiga desa, yaitu desa Way Muli, Kunjir dan Batu Balak.

“Debu dari Gunung Anak Krakatau memang sangat menggaggu pernafasa masyarakat disini, puskesmas disini juga sudah mengimbau kepada masrakat untuk memakai masker apabila hendak keluar. Saya mengucapkan terimakasih kepada PMI Kabupaten Lampung Selatan yang cepat merespon keluhan masyarakt desa Kunjir dengan memberikan masker," ungkap M.Yusuf, warga Desa Kunjir.

Tepat pukul 15.00 WIB, Tim PMI Kabupaten Lampung Selatan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tejang, Pulau Sebesi yang merupakan lokasi paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau yang juga mengalami penurunan kualitas udara.  Di desa Tejang, Tim PMI Kabupaten Lampung Selatan membagikan 1.400 masker yang disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Gunung Anak Krakatau mulai aktif sejak 1 hari setelah lebaran Idul Fitri, bahkan abu vulkanik sudah menyebar dan mengganggu pernapasan masyarakat di desa Tejang ini. Saat ini aktifitas Gunung Anak Krakatu telah menurun jadi bagi wisatawan dapat kembali berkunjung ke Pulau Sebesi. Namun jangan lupa gunakan masker untuk jaga-jaga apabila abu Vuulkanik kembali menyebar," ujar Aan warga Desa Tejang Pulsu Sebesi.

Seperti kita ketahui Gunung Anak Krakatau mengalami puncak aktifitasnya pada Senin (06/08/18) lalu. Bebrapa video erupsi Gunung Anak Krakatau tersebar di media sosial, yang menyebabkan keresahan sebagian masyarakat di Lampung dan Banten. (*)