Harga Jengkol Meroket Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Rabu, 01 Agustus 2018

Harga Jengkol Meroket Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram

Redaksi
Foto: Istimewa

The Jengkoler mungkin sedang panik, pasalnya dipasaran harga jengkol sedang tak stabil dan melambung tinggi. Harga per kilonya bahkan mencapai Rp 100 ribu.

Jengkol termasuk makanan kontroversi, aroma khasnya bikin sebagian orang ogah makan, namun mayoritas masyarakat Indonesia kepincut dengan olahan jengkol. Dilansir dari detikcom, jengkol mengikuti jejak harga telur yang mengalami kenaikan harga.

Harganya bervarian di berbagai daerah namun hampir semuanya mengalami kenaikan. Alasan utamanya karena stok persediaan yang menipis namun peminatnya tetap banyak.
Kenaikan harga jengkol ini terjadi di Pulau Jawa hingga Sumatera. Di Solo harga jengkol mencapai Rp 100 ribu per kilonya. Kenaikan ini disinyalir karena pasokan dari petani yang menipis dalam beberapa bulan belakangan.

Di Jepara harga jengkol mencapai Rp 60 ribu. Padahal Jepara termasuk daerah yang terkenal dengan produksi jengkolnya yang manis dan enak.

Untuk sebagian besar wilayah Jawa Barat, jengkol tembus harga hingga Rp 80 ribu per kilo, padahal harga sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kilonya.
Foto: Istimewa
Di Bogor tercatat harga jengkol ada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram, harga ini tidak berubah dari harga sebelumnya.

Beralih ke pulau Sumatera, jengkol di Medan dibanderol dengan harga Rp 42 ribu, naik dari harga normal Rp 30 ribu. Sementara di Lampung harga jengkol perkilonya Rp 50 ribu.

Sementara di ibu kota, jengkol di Pasar Induk Kramatjati mencapai Rp 60 ribu per kilo. Dan harga tertinggi di ibu kota adalah jengkol yang dijual di Pasar Minggu yang juga tembus angka Rp 100 ribu sekilo.

Pemicu utama kenaikan harga jengkol di pasaran ini akibat dari siklus panennya. Jengkol biasanya dipanen dua kali dalam setahun dan kini bukan memasuki musim panen jadi tak heran jika petani tidak bisa memasok jengkol ke pasaran.

Bagi masyarakat Indonesia sendiri, jengkol termasuk santapan sehari-hari. Orang paling favorit mengolah jengkol dengan cara di masak dengan bumbu balado atau dijadikan semur.

Sebagian orang suka dengan aroma khasnya yang meninggalkan jejak usai makan biji yang dijuluki 'kancing Levi's' ini. Tapi ada juga berbagai teknik masak yang diterapkan untuk menghilangkan bau si jengkol.

Meskipun nilai gizinya tak banyak dan beraroma khas, nyatanya jengkol tetap punya tempat di hati penikmatnya. Di warteg, menu jengkol bahkan jadi hidangan wajib. Jadi tak heran, masyarakat sering geger saat harganya melonjak. (Red)