Bocah 6 Tahun Asal Bakauheni Bergelut dengan Tumor
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Rabu, 19 Juni 2019

Bocah 6 Tahun Asal Bakauheni Bergelut dengan Tumor


Video: Al-Muhtarom

BAKAUHENI, KALIANDANEWS - Pada umumnya anak yang masih mengenyam pendidikan senantiasa menikmati masa kanak-kanaknya, namun tak demikian dengan Juliana Sapitri (6) warga Desa Hata Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, hanya bisa terbaring lemah melewati hari-harinya karena penyakit yang dideritanya selama ini.

Ia didiagnosa memiliki tumor di perutnya dan menyebabkan perut bocah tersebut mengalami pembengkakan sehingga ia tidak dapat beraktifitas seperti anak-anak lainnya.

Ayah Juliana, Madyani mengatakan perut putrinya mulai bengkak dan membesar sejak satu bulan belakangan, sementara diagnosa tumor diketahui sejak bulan Januari 2019 lalu.

"Membesarnya baru satu dua bulan ini, dokter bilang tumor tapi tumor apanya saya gak dikasih tau, yang jelas dokter merujuknya ke rumah sakit gatot subroto jakarta," kata Madyani, (19/06/19).


Terkai hal tersebut, hingga saat ini Madyani mengaku belum mampu untuk membawa ke Rumah Sakit di Jakarta tersebut karena keterbatasan biaya. Ia juga berharap anaknya dapat mendapatkan perawatan intensif, sehingga penyakit yang diderita dapat sembuh dan Juliana dapat kembali bermain seperti anak-anak lainnya.

Beruntung, kabar penyakit Julian sampai ke telinga pemkab lampung selatan dan aparatur desa setempat, hingga sampai ke  anggota DPRD Provinsi Lampung Antoni Imam serta sampai ke komunitas peduli generasi, yang notabennya kerap menangani dan membantu permasalahan sosial. Komunitas tersebut rencananya akan membantu keberangkatan Julian ke Rumah Sakit Gatot Soebroto Jakarta.

"Komunitas peduli generasi akan bantu pasien tinggal dirumah singgah yang kami kelola, ambulan keberangkatan dan pendampingan serta monitoring relawan selama pengobatan di Jakarta nanti juga kita bantu," kata Ketua Komunitas itu, Encep Supriadi.


Encep menerangkan pihaknya hanya membantu keberangkatan serta tempat tinggal pasien dan orang Juliana saja, sementara untuk akomodasi dan lain-lain pihaknya berharap ada bantuan dari donatur.

"Kita sifatnya membantu, jangan sampai pasien berasumsi bahwa semuanya gratis karena tetep membutuhkan bekal pribadi disana. kita sifatnya hanya mengurangi beban pasien selama menjalankan pengobatan dengan fasilitas yang kita punya baik itu ambulan dan rumah singgah, karena pengobatan InsyaAllah pakai BPJS bisa di cover," terang dia.

Sementara itu Zaidan selaku Camat Bakauheni yang mewakili Plt. Bupati Lampung Selatan serta kepala desa setempat Lekok mengaku siap, untuk membantu membiayai akomodasi keluarga Juliana di Jakarta.

"Yang membantu memang komunitas peduli generasi untuk keberangkatan dan juga penginapan disana. Tapi nanti untuk akomodasi inshallah kita siap membantu serta akan berkoordiansi dengan kepala desa juga. Sya jiga terimakasih banyak dengan semua yang sudah membantu, hal ini memang perlu ukuran tangan kita bersama-sama" ungkap Zaidan.

Selain bantuan dari komunitas tersebut, pihak kecamatan dan juga kepala desa setempat, anggota DPRD Lampung Antoni Imam bersama anggota DPRD Lamsel terpilih Deden Alindo juga terlihat turut serta memberikan bantuan dan mendampingi Juliana. (Kur/nzr)