Ini Kritik Pedas Seniman Lokal, Terkait Event FK 2019
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Senin, 08 Juli 2019

Ini Kritik Pedas Seniman Lokal, Terkait Event FK 2019


KALIANDA, KALIANDANEWS - Festival Kalianda 2019 nampaknya mendapat kritikan pedas dari para seniman Lokal yang ada di kalianda lampung selatan khususnya. Bagaimana tidak, kualitas Festival tahunan ini di nilai sangat jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut salah satu tokoh seniman senior lampung selatan mengatakan, kegiatan ini sangat jauh dari kata meriah. Panitia dinilai tidak totalitas dan terkesan takut merugi.

"Tahun ini sangat menurun dengan tahun sebelumnya, harusnya panitia bisa lebih totalitas dan jangan takut merugi baik materi waktu maupun pikiran. Jadi kalau begini wajar anggaran dipangkas, bagaimana anggaran mau dibesarkan, kalau dari tahun ke tahun caranya monoton," Kata Rudi Suhaimi Seniman Senior yang memiliki sertifikat Seniman ini.

Dilain sisi Rudi juga mengatakan, terkait pemilihan Muli/Mekhanai lampung selatan 2019. Panitia seharusnya menyeleksi dengan sebaik mungkin dan harus merupakan orang lampung selatan asli.

"Sudah itu soal peserta muli mekhanai itu harus orang yang memiliki kapabilitas, harus orang asli sini, memahami adat dan budaya sini. Bukan hanya intelektual saja. Apalgi bukan berdomisili di daerah setempat. Jangan sampai memberi ruang kepada orang luar, manfaatkanlah orang asli disini," Cetus Rudi.

"Saya yakin bapak Plt. BUPATI pasti bisa menilai acara Festival Kalianda Tahun ini. Untuk itu saya berharap dan saya yakin bapak pasti bisa mengevaluasi Disparbud Lamsel," Tutup Rudi.

Tak hanya itu saja, kritikan ini juga hadir dari salah satu musisi lokal dan sekaligus seniman lamoung selatan Iwan J Sastra. Menurut Iwan, pagelaran Lomba Solo Song yang sudah digelar pada Sabtu (6/7) kemarin, juga kurang maksimal dan monoton.

"Sejauh ini kita perhatikan lomba menyanyi tidak ada inovasi. Harusnya diberi kesempatan untuk para seniman lokal untuk berkontribusi. Terutama para seniman Muda yang memiliki hobi bermusik, dan juga libatkan yang memang sudah pernah bermitra dengan dinas pariwisata," Ungkap Iwan.

Masih Kata Iwan, Lampung Selatan juga punya Dekranasda. Hal itu bisa diberdayakan dengan diadakannya pameran berbagai kerajinan lokal.

"Mungkin pengunjung akan ramai, inikan festival kalianda jadi harus menghidupkan hal yang ada dikalianda. Kita juga punya beberapa rumah adat dan itu bisa menjadi rujukan untuk para peserta muli mekhanai lebih mengenal lagi budaya dan peninggalan serta sejarah lampung selatan," Tandas Iwan. (Red)