Menghina Profesi Wartawan, Goweser Lampung Minta Maaf
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Jumat, 12 Juli 2019

Menghina Profesi Wartawan, Goweser Lampung Minta Maaf

Goweser Lampung saat meminta maaf

KALIANDA, KALUANDANEWS - Anggota Goweser Lampung yang dianggap menghina profesi wartawan akhirnya meminta maaf atas komentarnya di media sosial facebook, (12/06/19).

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh pemilik akun Ayah Adi dan Hery Kurniawan di rumah makan pondok air panas dan disaksikan sejumlah wartawan dari PWI, JUSI, SMSI, dan KJHLS.

"Tiga hari kebelakang memang ada persoalan, permasalahan itu kita ingin mencari titik terangnya mudah mudahan kedepan tidak berkelanjutan. Mudah-mudahan atas kejadian tiga hari kebelakang kita menjadi lebih erat tali persaudaraannya," kata Arifin Perwakilan Goweser Lampung Selatan.

Goweser juga menyampaikan penyesalannya yang dianggap telah menghina profesi wartawan dan mengharapkan persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami menyayangkan ini semua bisa terjadi, kami tidak ada niatan dan tidak pernah ada maksud dan tujuan yang ujung-ujungnya tinbul permasalahan ini," ungkapnya.

Sementara ketua PWI Lampung Selatan Alpandi mengatakan, meski pihaknya menyayangkan komentar yang dilontarkan oleh anggota Goweser Lampung tersebut, pihaknya akan tetap memaafkan karena sudah ada niatan baik dari pihak yang bersangkutan.

"Pada intinya kami menerima permintaan maaf baik Ayah Adi atau Heri Kurniawan, akan tetapi kami berharap ini bisa dijadikan pelajaran agar kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini," ungkap Alpandi.

Sementara Yunizar Adha pemilik media Kaliandanews.com yang memberitakan, juga mengatakan hal yang senada. Ia dan wartawan yang memberitakan juga menyambut baik permintaan maaf anggota Goweser Lampung.

"Pada saat kejadian kami memang tersinggung, kami sebagai media itu sebetulnya sebagai kontrol sosial. Pada intinya kami hanya ingin dermaga bom yang dijadikan lokasi event tersebut bersih, karena lokasi tersebut merupakan salah satu objek wisata kebanggan masyarakat Kalianda, Lampung Selatan," terang dia.

Namun pihak Kaliandanews.com juga meminta permintaan maaf tersebut dilakukan juga di media sosial, karena permasalahan tersebut berawal di media sosial facebook.

"Permintaan maaf ini saya rasa saya cukup menerima, terimakasih juga ada niatan baik, tadinya memang kalo gak ada niatan baik kami akan menempuh jalur hukum. Kami juga meminta permintaan maaf ini dilakukan di media sosial juga selain secara terbuka tapi juga di media sosial facebook," pungkas Yunizar. (Kur)