Panas Berdebu - Hujan Berlumpur, Warga Palas Timbun Jalan
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Kamis, 25 Juli 2019

Panas Berdebu - Hujan Berlumpur, Warga Palas Timbun Jalan


PALAS, KALIANDANEWS - Kondisi Jalan Poros di Kecamatan Palas Lampung Selatan yang kian memperihatinkan mendorong Warga Kecamatan setempat, tepatnya warga Desa Sukaraja untuk kembali melakukan aksi penimbunan jalan.

Aksi ini dilakukan lantaran bertahun - tahun warga kecamatan setempat harus menikmati indahnya pemandangan Kubangan Lumpur dikala Hujan serta menghirup hangatnya Debu dikala Panas di sepanjang jalan poros tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi itu dilakukan dengan sepontan secara swadaya dengan menggunakan tanah sabes untuk menimpun bagian jalan yang rusak.

Menurut Agus Supardi, warga Desa Sukaraja mengungkapkan, ia dan masyarakat berinisiatif menimbun jalan poros itu secara swadaya. Hal itu dikarenakan jalan tepat di desa setempat rusak parah.

"Penimbunan secara swadaya ini sudah berkali-kali kami timbun. Namun, Pemerintah Kabupaten tidak pernah merespon untuk memperbaiki jalan itu," ungkap Agus, Kamis (25/7/2019).

Senada dengan Romi Pangestu, salah satu pengguna jalan asal Desa Bangunan. Dia mengaku jalan poros yang dibiarkan rusak itu sejak puluhan tahun. Bahkan, hingga sekarang belum ada perbaikan dari Pemerintah setempat.

"Saya setiap hari lewat di jalan poros itu. Sekitar 10 tahunan sudah ada kerusakan itu dibiarkan. Untuk kami minta perbaikan jalan poros Kecamatan Palas. Soalnya musim kemarau banyak debu, kalau musim hujan banyak kubangan air," kata dia.

Sementara itu Kepala UPTD Pengujian Kontruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Palas, Selamet mengatakan, saat Musrenbangcam beberapa waktu yang lalu telah disebutkan bahwa Pemkab Lamsel akan memperbaiki ruas jalan poros penghubung Kecamatan Palas dan Sragi.

"Ya, sudah kita dengarkan bersama saat Musrenbang Kecamatan Palas kemarin. Pemkab Lamsel akan melakukan pemeliharaan berkala jalan ruas Simpang Palas - Bandanhurip sebesar Rp5 miliar," pungkasnya. (Sya/nzr)