Ide dan Harapan Baru Pemuda Tumpah di Cafe Milenial Karang Taruna Lamsel
Kategori Berita

Iklan Halaman Depan

Header Menu

Sabtu, 10 Agustus 2019

Ide dan Harapan Baru Pemuda Tumpah di Cafe Milenial Karang Taruna Lamsel


Sukses Menggelar Acara "Peran serta Pemuda dalam menjaga Kearifan Lokal untuk Melestarikan Seni dan Budaya di Lampung Selatan" 

KALIANDA, KALIANDANEWS - Karang Taruna Lampung Selatan sukses menggelar acara Dialog Budaya dan Pentas Seni bertemakan "Peran serta Pemuda dalam menjaga Kearifan Lokal untuk melestarikan Seni dan budaya di Lampung Selatan " di Cafe Milenial Karang Taruna area Dekranasda Lamsel, Jumat (9/8/19) Malam.

Acara yang dihadiri oleh berbagai komunitas, Aktivis dan Mahasiswa Lampung Selatan itu, berhasil menghipnotis ratusan pasang mata saat menyaksikan berbagai kesenian dan budaya kerafikan lokal lampung selatan, yang disajikan langsung oleh putra-putri daerah asli lampung selatan.

"Acara yg digagas kawan-kawan karang taruna dan beberapa elemen, kita ingin menjadikan kafe milenial ini sebagai warung ide dan warung gagasan untuk pemuda, mahasisw dan aktifis, ini juga sekaligus grand lanching kafe milenial ini," Kata Erdyansyah selaku Ketua Karang Taruna Lamsel ini.

Menurutnya, acara ini diselenggarakan untuk menyerap aspirasi para pemuda, mahasiswa serta aktivis di Lamsel yang memiliki ide membangun. Erdi mengatakan, kedepan kegiatan dialog seperti ini akan terus dilakukan dengan tema-tema lain.

"Kedepan akan terus kita lakukan, karena karang taruna ini mitra pemkab dan disini tempat berkumpulnya aktifis juga. Jadi disini selain kongko-kongko bisa menghasilkan gagasan gagasan yang membangun," terangnya

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Rini Ariasih yang juga turut serta hadir dan memberikan suport untuk acara tersebut menuturkan, acara ini wajib diberikan suport, dan bila perlu diagendakan secara rutin untuk membahasa keberlangsukan budaya dan kesenian lamsel.

"Kita berikan Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk KATAR lamsel dan pemuda/pemudi atas penampilannya. Selama ini kita terus berupaya mengembangkan kesenian, kedepan kita sangat butuh kritik dan saran untuk memperbaiki kearifan lokal, apalgi ditengah kemajuan jaman ini. Kami sangat berharap agar adek-adek punya benteng yang kuat terhadap era saat ini untuk terus melestarikan budaya," Jelas Rini.

Sementara itu Ariswandi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamsel juga menyampaikan Apresiasinya yang mendalam. Menurutnya, hal ini bisa digandengkan dengan berbagai program kepemudaan yang ada di Dispora, yang pastinya akan di suport oleh pemerintah.

"Dispora punya namanya Pemuda Pelopor, dan itu diseleksi sampai tingkat Nasional. Terlebih tahun lalu kita Juara 3  Nasional, lalu tahun ini lolos untuk seleksi di Nasional. Artinya, melalui kegiatan ini, kita bisa menjari calon-calon Pemuda Pelopor diakan datang, terlebih dibidang Kesenian dan Budaya. Inshallah kita akan bantu, karena pemerintah akan memfasilitasi pemuda-pemuda kita," Pungkas Ariswandi.

Kegiatan ini diakhiri dengan Diskusi Publik dengan para pemuda, membahas Kesenian dan Budaya di Lamsel. Berdasarkan pantauan dilokasi, saran dan kritik serta ide dan harapan baru para pemuda lamsel, TUMPAH dalam acara diskusi tersebut. Para pemuda lamsel menginginkan peran serta pemerintah pada kearifan lokal, agar bisa lebih maksimal, karena lamsel kaya akan Budaya.

Pada kesempatan diskusi ini, panitia menghadirkan berbagai Narasumber yang cukup memumpuni dibidangnya. Seperti, mulai dari Tokoh Adat Budiman Yakub, Tokoh Akdemisi Dosen Fisip Unila Abdul Sani yang juga merupakan putra Daerah Lamsel, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Rini Ariasih, Kadis Pemuda dan Olahraga serta tak ketinggalan Kadis Perpustakaan Qorinilwan yang mengusung kemasan perpustakaan dalam acara tersebut.

Selain itu, berbagai penampilan kearifan lokal juga disajikan dengan meriah yang diisi oleh putra/putri daerah lampung selatan, diantaranya Akustik Sanggar "Betik Gawi" dari SMK N 2 Kalianda, Apresiasi Puisi WS. Rendra "Sajak Pemuda" oleh Sanggar Teater Kuncup Berseri SMK N 1 Kalianda, Gitar Tunggal "Kekalau" Gitaris : Al Muhtarom (Pauh Tj.Iman) Vocal : Ria Adelia, "Pusiban" Vocal : David, "Pahlawan Raden Intan" Gitaris : Riki Maulana Vocal : Yasinta Rintania, Teater Sanggar Betik Gawi dalam lakon " Si Bugu" serta Dialog Seni Budaya. (Nz)