Terdapat Kejanggalan, Makam Zubaidi Warga Penengahan di Bongkar untuk Otopsi
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Kamis, 17 Oktober 2019

Terdapat Kejanggalan, Makam Zubaidi Warga Penengahan di Bongkar untuk Otopsi


PENENGAHAN, KALIANDANEWS - Tim Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda didampingi Polres Lampung Selatan, membongkar Makam Subaidi (32) tahun, warga Banjarmasin Penengahan Lampung Selatan yang ditemukan Warga tak bernyawa di Bendungan SMA Kebangsaan beberapa waktu Lalu.

Pihak keluarga sengaja membongkar Makam tersebut dan meminta kepada pihak terkait untuk melakukan Otopsi. Sebab, tewasnya anggota keluarga mereka tersebut dirasa menyisakan kejanggalan.

Ketua Forum Rakyat Lampung Selatan (Forlas), Yandi Efendi SE yang mendampingi keluarga Zubaidi menerangkan, alasan keluarga meminta dilakukan otopsi tak lain untuk menghilangkan kejanggalan di benak mereka. Sebab, saat itu ketika mereka dimintai keterangan oleh pihak RS masih dalam keadaan tidak stabil.

"Secara pribadi keluarga besar korban belum bisa terima dengan apa yang terjadi ini. Karena mereka pada pemeriksaan di Rumah Sakit, saat dimintai keterangan posisi mereka dalam keadaan kalut," Terangnya.

"Lagi pula, pada saat mayat diambil dari sungai ditangan masih memegang keris. Artinya, jika dia dia mau ambil pisang pasti dia bawa golok, bukan bawa keris,” tambahnya

Selanjutnya ia juga berharap, hasil Otopsi ini bisa secepatnya terjawab, agar pihak keluarga bisa tenang. Pihaknya selaku yang mendampingi keluarga berjanji akan terus mengawal terkait permasalahan ini.

"Ya kita berharap penyab tewasnya saudara kita ini bisa segera ada kesimpulan. Apabila hasilnya disebabkan karena sakit atau karena hal lain yang tidak ada kaitannya dengan tindak pidana, inshallah keluarga tetap akan legowo," pungkasnya.

Sementara itu kakak kandung Zubaidi, Tarmizi menerangkan, permintaan Otopsi ini memang hasil kesepakatan keluarga besar. Apalagi, terdapat memar dibeberapa bagian tubuhnya.

"Di Pipi, dibawah dagu, di jidat, ya bagian mukanya terdapat memar. Di dada juga ada memarnya. Makanya kita minta otopsi. Krena kita juga tak tau permasalahannya, penyebabnya apa, maka kita minta otopsi. Agar kita tidak ada saling curiga terutama antar keluarga," Tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan Otopsi tersebut di hadiri langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan serta terdapat juga dari pihak Polda Lampung. (Nz)