Banjir! RM Sarankan Pemkot B. Lampung Tidak Membangun yang Tidak Prioritas Seperti Fly Over
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Minggu, 29 Desember 2019

Banjir! RM Sarankan Pemkot B. Lampung Tidak Membangun yang Tidak Prioritas Seperti Fly Over


BANDAR LAMPUNG, KALIANDANEWS - Bakal Calon Walikota Bandarlampung Rycko Menoza SZP menyarankan Pemerintah Kota Bandar Lampung, untuk tidak membangun Sesuatu yang tidak menjadi prioritas seperti fly over, yang justru menggunakan anggaran sangat besar.

Menurutnya, seharusnya Pemkot berfikir bagaimana kebutuhan hidup yang layak untuk sebagian masyarakat termasuk agar bebas dari bencana banjir tahunan. Ia mengatakan, saat ini bencana banjir membutuhkan penanganan serius karena terjadi setiap musim hujan datang di kota tersebut.

"Banjir ini, menjadi masalah tahunan yang juga belum kunjung teratasi bahkan semakin parah yang menggenangi pemukiman-pemukinan warga hingga jalan-jalan utama di ibu kota Provinsi Lampung ini. Selain masalah sampah, penyebab banjir adalah tata kota yang membutuhkan pembenahan oleh pemerintah seperti pembenahan saluran air (drainase) juga tidak ada normalisasi sungai-sungai di kota tersebut," Jelas Rycko

Berdasarkan itu kata dia, perlu antisipasi bersama oleh pemerintah sebelum musim hujan datang tepatnya saat musim kemarau beberapa waktu lalu. Ia juga menilai, wilayah Bandarlampung banyak terdapat dataran tinggi, namun saat ini semua bisa terdampak banjir tersebut karena kurang memperhatikan tata kelola kota yang baik.

“Penanganan seharusnya sebelum musim hujan datang dimana debit air sedikit, seperti pembersihan sampah dan normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan. Untuk itu, banjir ini perlu penanganan serius oleh pemerintah yang melibatkan semua pihak bersama masyarakat, Penanganan sampah juga perlu menjadi atensi utama karena beberapa wilayah juga menjadi daerah kumuh dan destisansi sampah," Katanya.

Oleh sebab itu kata Ryko, daerah pesisir seperti di Telukbetung dan Panjang perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam penanganan sampah yang selama ini terkesan menjadi kawasan kumuh. Bahkan sebaliknya seharusnya menjadi daerah yang bersih sebagai kawasan percontohan daerah lain. "Sesuai dengan program “Bandar Lampung Baru” kita bersama menginginkan kota ini bersih dan terbebas dari bencana banjir yang tidak terselesaikan bertahun-tahun," Pungkas Rycko. (**)