Emak-Emak jadi Salah Satu Prioritas Hipni, Program Pelatihan "Ratu Mas" Diluncurkan
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Kamis, 23 Januari 2020

Emak-Emak jadi Salah Satu Prioritas Hipni, Program Pelatihan "Ratu Mas" Diluncurkan



KALIANDA, KALIANDANEWS - Pemikiran tanpa aksi, adalah fiksi. Begitu pun dengan aksi, jika tanpa visi adalah mimpi. Demikian yang diungkapkan Bakal Calon Bupati Lampung Selatan, Hi Hipni SE saat mewujudkan salah satu program unggulannya, yakni Program Pemberdayaan Perempuan dengan Pelatihan dan Keterampilan untuk Inovasi Industri Rumah Tangga.

Adalah tim Ratu Mas, motor penggerak dari program yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan pelatihan agar para ibu rumah tangga ataubyang kerap disebut dengan "Emak-Emak" dapat menambah keterampilan dalam hal berinovasi dan berkreasi membuat produk yang memiliki nilai jual.

Dengan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, tentu berbanding lurus dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga. Serta dari pembuatan program ini diharapkan dapat memunculkan produk ikonik, sebuah produksi khas lokal unggulan yang berdaya jual tinggi.

"Tim Ratu Mas ini masih baru kami bentuk, baru ada di 4 kecamatan. Ini program rintisan. Konsepnya, ibu-ibu kami berikan pelatihan keterampilan berbagai kerajinan tangan, kami siapkan bahan dan alat kerajinan. Lalu kami juga datangkan tutor atau pelatihnya," ungkap Hipni seraya menyebutkan bahwa ketua tim adalah sang Istri, Yuti Rama Yanti,  Kamis (23/1/2020)

Menurut Hipni, sasaran program ini memang kaum perempuan, terutama ibu-ibu. Dimana ibu-ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang setelah mengurus rutinitas keluarga.

"Nanti kita lihat pasar, kita survey kerajinan apa yang paling diminati pembeli atau siap ditampung oleh toko-toko cinderamata. Kemudian kita kembangkan, kita kreasikan seperti dibuat macam varian. Kita datangkan tutor, kita beri pelatihan. Pasar siap, produksi jalan. Mudah-mudahan bisa untuk meningkatkan perekonomian keluarga," ungkap Hipni.

Dikatakan Hipni, peluang pasar untuk kerajinan tangan masih sangat luas, baik lokal, nasional mau pun internasional. Hanya saja, dijelaskannya, perlu strategi khusus baik itu produksi mau pun promosi.

"Untuk produksi, pengrajin kita harus bisa menciptakan produk khas yang berbeda dengan daerah lain. Misal dengan mengangkat potensi lokal untuk meningkatkan nilai produksi kerajinan. Sebab, sekarang ini produk kerajinan yang menggambarkan ciri khas suatu daerah lebih diminati konsumen di pasaran," beber Hipni.

Sementara Ketua Tim Ratu Mas, Ny Yuti Rama Yanti mengungkapkan jika dia bersama tim, saat ini telah memulai pelatihan kerajinan tangan seni rajut dengan mendatangkan tutor. Menurut ibu dari 3 putri ini, program pelatihan ini tidak terpaku hanya dengan produksi barang kerajinan tangan saja.

"Kami baru mulai (Pelatihan), kami coba kerajinan tangan seni rajut. Gagasan ini kami rintis untuk membantu kebutuhan uang dapur Ibu-ibu. Seperti kerajinan rajut gantungan kunci dengan harga Rp5 ribu, jika dipesan souvenir untuk acara resepsi maka akan bernilai ekonomis yang lumayan," ujar Ny.Yuti.

Kedepannya, terus dia, tidak hanya (Pelatihan) kerajinan produksi barang, tapi banyak keterampilan lainnya seperti produksi kuliner khas, seperti camilan, kue basah, kering, dodol. Produksi kuliner untuk dimakan ditempat dan tentu juga untuk oleh-oleh sebagai buah tangan. "Target kami, apa yang dicari orang apa yang laku dijual, itu yang akan kami kembangkan," tukasnya. (Red)