Siswi SD di Pesisir Rajabasa Nyaris Diculik, Kadis PPPA Lamsel Minta Masyarakat Waspada, Simak Modusnya!
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Rabu, 29 Januari 2020

Siswi SD di Pesisir Rajabasa Nyaris Diculik, Kadis PPPA Lamsel Minta Masyarakat Waspada, Simak Modusnya!


KALIANDA, KALIANDANEWS - Terkait dengan adannya informasi Seorang siswi SD di Desa Kunjir kecamatan Rajabasa kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang nyaris jadi korban penculikan oleh oknum misterius, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Lampung Anasrullah, S.Sos, angkat bicara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan Siswi kelas 5 Sekolah Dasar bernama Rani (12) putri dari bapak Nasrullah warga Desa Kunjir. Menuut Rani, Sekitar pukul 12.30 wib saat hendak pulang sekolah ia hampir di culik oleh 3 orang yang menggunakan kendaraan mobil berwarna hitam.

”3 orang pelakunya, mobilnya warna hitam, saya diseret dari sini kesitu. Udah dimasukin mobil, tapi pintunya masih dibuka terus saya gigit, dan saya lari sambil teriak,” ungkap Rani saat memberikan keterangan.

Terkait hal tersebut, Anasrullah, S.Sos selaku Kadis PPA menghimbau kepada para orang tua untuk betul-betul mengawasi anak-anaknya bermain, jangan sampai dibiarkan sendiri. Kalaupun bermain, setidaknya ramai bersama teman-temannya.

"Sekarang ini banyak modus baru penculikan, bukan lagi perdagangan anak, tapi ada juga modus beasiswa. Jadi para pelaku menjajikan beasiswa kepada orang tua kemudian anak itu di culik, dan itu terjadinya di lamsel tepatnya saya belum tau dimana. Saya tau itu langsung dari Kementrian PPA," Jelas Anas.

Selain itu masih kata Anas, untuk disekolah ia meminta agar dipasangkan CCTV, kemudian untuk satpam ataupun keamanan harus betul-betul mengawasi para siswa. Maka dari itu, pihaknya mengaku akan membuat Ruang Bermain Ramah Anak.

"Jadi ruang bermain itu ada penjagaan ada cctvnya sehingga mereka bermain nyaman. Kalau dia bermain ditempat keramaian, saya juga berharap masyarakat bisa peduli, jangan juga apatis. Karena anak-anaks itu adalah anak kita juga. Jangan sampai cuek-cuek saja. Begitupun di objek wisata, harus diperhatikan betul kondisi seperti ini. Jangan sampai nunggu terjadi dulu baru waspada," Tegas Anas

Terpisah saat di konfirmasi, Kapolsek Kalianda Iptu Dedi Suhendi membenarkan kejadian percobaan penculikan terhadap anak tersebut. “iya benar, Korban sudah melapor, kita akan langsung melakukan Penyelidikan dan Razia dijalan pak untuk menangkap pelaku,” Ucap Iptu Dedi melalui Via WhatApps.

Selain itu, Iptu Dedi juga menghimbau kepada orang tua agar di jemput saat pulang sekolah dan diawasi anak-anaknya, dan kepada guru agar selalu waspada jika ada gerak gerik yang mencurigakan. ”Kepolisian akan melaksanakan patroli saat jam pulang sekolah dan memberikan himbauan kepada orang tua dan guru lebih waspada lagi dalam menjaga anak-anak,” Pungkasnya. (Nz)