Pemkab Lamsel Beri Sembako Ke 30 Warga Jati Agung yang sedang Isolasi Mandiri
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Selasa, 05 Mei 2020

Pemkab Lamsel Beri Sembako Ke 30 Warga Jati Agung yang sedang Isolasi Mandiri



JATI AGUNG, KALIANDANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 mengirimkan bantuan sembako kepada 30 warga di Kecamatan Jati Agung yang sedang memberlakukan isolasi mandiri.

Sebanyak 30 paket sembako diserahkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Lampung Selatan secara simbolis di Balai Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Selasa (5/5/2020).

Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan, M. Darmawan menyebut, bantuan yang diberikan masing-masing terdiri dari 5 kg beras, 1 kaleng susu, 2 kaleng sarden, 1 kg gula, 1 liter minyak makan, 10 bungkus mie instan, serta masker 4 buah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kepada warga yang secara sadar telah melakukan isolasi mandiri guna pencegahan virus korona lebih luas lagi,” ujar Darmawan usai menyerahkan bantuan.

Darmawan menerangkan, 30 orang tersebut melakukan isolasi setelah ada salah satu warga yang kemudian disebut pasien 06 dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu, atas kemauan sendiri, mereka melakukan isolasi karena sebelumnya sempat melakukan kontak dengan warga yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

“Setelah dilakukan penelusuran ada 30 orang yang pernah kontak dengan pasien 06. Kami apresiasi warga yang mau melakukan isolasi mandiri. Ini kesadaran yang sangat luar biasa. Kita doakan semuanya dalam keadaan sehat,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, dr. Jimmy Bagas Hutapea, MARS menambahkan, puluhan warga di Kecamatan Jati Agung tersebut harus melakukan isolasi mandiri akibat telah melakukan kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Meskipun rapid test 30 orang tersebut hasilnya negatif, tetapi kita harus tetap waspada. Untuk itu kita ikuti protokol kesehatan, makanya dilakukan isokasi mandiri selama 14 hari,” terang Jimmy. (kmf/red)