Singgah di NU Lamsel, Petani Sumut Nekat Jalan Kaki Temui Jokowi minta Keadilan
-->
Kategori Berita
POLLING PILKADA LAMPUNG SELATAN 2020
NANANG ERMANTO
HIPNI
TONY EKA CHANDRA
BELUM ADA PILIH

Header Menu

Kamis, 30 Juli 2020

Singgah di NU Lamsel, Petani Sumut Nekat Jalan Kaki Temui Jokowi minta Keadilan


KALIANDA, KALIANDANEWS - Singgah di kantor PCNU Lampung Selatan, Petani Sumut Nekat Jalan Kaki Temui Jokowi minta Keadilan. Kamis, (30/07/20).

Ratusan Kelompok Tani dari Dusun Bekala Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, yang tergabung dari SPSB dan STMB akan melakukan aksi di Depan Gedung DPR RI. Pada Senin 3 Agustus 2020.

Menurut Diki selaku Korlap, pihaknya menyinggahi kantor PCNU Lamsel untuk beristirahat dan menginap, Sebelum menuju ke Jakarta untuk melakukan aksi Di Depan Gedung DPR RI.

"Kami akan bermalaman disini sampai hari senin, nanti hari senin kita melakukan perjalanan menuju DPR RI. Kita akan beristirahat disini, karena besok masuk Raya Idul Adha dan sabtu minggu libur, maka kami akan melakukan perjalanan kembali pada hari senin," Terangnya.

Lanjutnya, Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena areal lahan dan tempat tinggal mereka sejak 1951 telah digusur paksa oleh korporasi PTPN II dan meminta bantuan Presiden RI untuk menyelesaikannya.


Berikut Tuntutan yang akan disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo antara lain :

a. Negara harus hadir dan serius dalam penyelesaian konflik agraria di Indonesia khususnya konflik antara petani Simalingkar A dan Sei Mencirim, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumut dengan PTPN II;

b. Berikan tanah untuk rakyat dengan melakukan redistribusi tanah sesuai Nawacita Presiden Jokowi untuk reforma agraria berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 dan mencapai kedaulatan pangan;

c. Hentikan penggusuran terhadap areal pertanian dan pemukiman petani di Desa Simalingkar A dan Sei Mencirim;

d. Hentikan kriminalisasi terhadap petani serta bebaskan Ardi Surbakti, Beni Karo-Karo dan Japetta Purba;

e. Hentikan konspirasi jahat oknum penegak hukum dengan korporasi PTPN II. (red)