Rubah Pandemi Jadi Endemi Covid 19, Nanang Simak Arahan Kepala BNPB Pada Pembekalan Kepemimpinan Mendagri Tahun 2021
-->
Kategori Berita

Header Menu

Rabu, 25 Agustus 2021

Rubah Pandemi Jadi Endemi Covid 19, Nanang Simak Arahan Kepala BNPB Pada Pembekalan Kepemimpinan Mendagri Tahun 2021

 


KALIANDA, KALIANDANEWS – Hari Kedua, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto kembali mengikuti pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota tahun 2021 secara virtual dari ruang video conference rumah dinas bupati setempat, Rabu (25/8/2021).

Kegiatan pembekalan kepemimpinan ini dimoderatori oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc. dan terbagi menjadi 2 (dua) sesi pada materi pembekalannya.

Adapun Narasumber pada pembekalan kegiatan tersebut yakni, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, SE, MM dengan materi (Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19), Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Ir. Lestari Indah, M.M .
dengan materi (Implementasi UU Nomor 11 tahun 2020) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Dr. (H.C.) H. Suharso Monoarfa dengan materi (kebijakan perencanaan pembangunan nasional).

Terfokus pada pencegahan dan penanganan pandemi covid-19, seperti yang tengah disampaikan oleh kepala BNPB Letjen Ganip Warsito pada materinya, dimana Covid-19 menurutnya merupakan hakikat ancaman terhadap eksistensi NKRI. Letjen Ganip juga menegaskan peperangan melawan covid-19 memerlukan peran serta seluruh warga indonesia.

“Covid-19 mengancam kesehatan seluruh jiwa manusia, terkhusus pada NKRI merupakan acaman kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa. Untuk itu sangat diperlukan peran serta seluruh warga indonesia dalam mengatasinya,” Ujarnya.

Adapun langkah/strategi penanganan covid-19 di daerah Letjen Ganip Warsito mengatakan, “Arah kebijakan pengendalian covid-19 sesuai dengan hasil putusan rapat dimana pandemi harus dirubah menjadi endemi. Maka dari itu masyarakat diharapkan untuk bisa hidup berdampingan dengan covid-19,” Ucapnya.

“Pada konsep pengendalian pandemi menjadi endemi covid-19, kita sangat memerlukan kedisiplinan yang tinggi mulai dari 3M yang patuh, 3T yang tinggi dan cakupan vaksinasi yang tinggi sehingga pada akhirnya kita dapat merubah PANDEMI menjadi ENDEMI covid-19. sehingga masyarakat kita menjadi produktiv dan aman dari covid-19,” Jelasnya.

Lebih lanjut Letjen Ganip menjelaskan, pada pengendalian pandemi menjadi endemi covid-19 memerlukan strategi Defensif, Ofensif, Kolaborasi Pentahelix Berbasis Komunitas dan keterlibatan media sebagai katalisator untuk edukasi, sosialisasi dan penangkalan hoax yang beredar terkait covid-19.

“Saya menyebutnya Strategi Defensif (strategi bertahan) ini bertujuan untuk menurunkan laju penularan dengan 3M yang patuh dan Pencapaian vaksinasi yang tinggi. juga ada Strategi Ofensif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas respon yaitu melalui indikator 3T yang memadai pada tingkat kasus positif kurang dari 5% , kakus baru yang terkonfirmasi (1:15) kasus dan BOR RS dibawah 60%,” Tuturnya.

Dalam paparannya Letjen Ganip Warsito telah memaparkan panjang lebar dan terperinci terkait pencegahan dan penanganan covid-19 pada wilayah NKRI, dari hasil paparannya ditarik suatu kesimpulan yakni,

  1. Arah kebijakan dan strategi penanganan covid-19 yaitu merubah pandemi menjadi endemi
  2. Langkah pencegahan dan penanganan covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah/pemda, namun dilakukan secara semesta melibatkan seluruh sumber daya nasional
  3. kolaborasi pentahelix merupakan kerjasama multi-pihak yang bersifat sinergis antara pemerintah, akademis, dunia usaha, media dan komunitas (masyarakat)
  4. Pimpinan daerah diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinannya sebagai modalitas dalam penanganan covid-19.

“Kepada pimpinan didaerah (Bupati/Walikota) diharapkan mampu mengambil keputusan cepat, handal dan menyeluruh dalam situasi krisis. Mampu berkoordinasi secara sinergis baik dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak lainnya. Mampu menjalankan manajemen perubahan yang luwes agar dapat diterima oleh para pihak. Mampu berkomunikasi membangun optimisme masyarakat dan institusi untuk berjuang menghadapi masa sulit serta Mampu menjaga komitmen pada empat konsensus dasar kenegaraan dalam setiap kebijakannya,” Tutupnya. (Red/kmf)