Minimarket di Sidak! Bupat Lamseli: Jangan Coba-Coba Nimbun Minyak Goreng!
-->
Kategori Berita

Header Menu

Kamis, 17 Februari 2022

Minimarket di Sidak! Bupat Lamseli: Jangan Coba-Coba Nimbun Minyak Goreng!

 



KALIANDA, KALIANDANEWS - Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto beserta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dwi Astuti dan Kapolres AKBP Edwin kompak lakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa minimarket yang ada di wilayah kota kalianda, Kamis (71/02/2022).


Sidak yang dilakukan ini terkait langkanya minyak goreng akhir-akhir ini, serta tingginya harga minyak goreng. Sehingga, menimbulkan kecemasan dikalangan ibu rumah tangga dan para pegiat ekonomi berbahan baku minyak goreng.


Sebagaimana diketahui, kebijakan Kementrian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI) mengenai pemberlakuan minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter yang mulai diterapkan sejak beberapa waktu lalu, namun hal itu nampaknya tak sesuai seperti yang diharapkan.


Nanang beserta rombongan mengawali sidak Alfamart di depan Makodim 0421 Kalianda. Meski sempat terjadi tanya/jawab dengan karyawan. Nanang beserta rombongan, memastikan tidak ada penimbunan di Alfamart tersebut.


"Sudah kita cek sampai ke Gudang. Tapi memang tidak ada penimbunan. Hanya ada beberapa stok minyak goreng yang memang baru datang katanya dari toko retail, yang siap dijual pada konsumen," Terang Nanang diselal-sela sidak.


Tak puas sampai disitu, Bupati Wong Cilik itu bersama rombongan melanjutkan aksinya di Alfamart Exit Tol Kalianda Desa Kedaton, dan Indomaret Desa Blambangan Penengahan.


Tak banyak bicara, Nanang beserta Kajari dan Kapolres langsung mengarah ke Gudang Toko. Alhasil, kedua Toko dipastikan tidak memiliki stok minyak goreng baik di gudang atau di rak jual.


"Forkopimda hari ini sidak minyak goreng. Saya bersama Bu Kajari dan Pak Kapolres sudah mengunjungi beberapa minimarket, memang benar adanya, minyak goreng benar-benar kosong. Saya harap warga tidak panik, kita cari solusinya sama-sama. Kita sudah resah dengan pandemi Covid-19, sekarang adalagi resah minyak langka. Semoga situasi ini segera kondusif," Tegas Nanang.


Nanang juga menghimbau kepada para Retail tingkat Nasional maupun Lokal, untuk benar-benar melayani kebutuhan warga seperti sediakala, jangan sampai ada oknum-oknum yang sengaja menyimpan atau menimbun kebutuhan pokok yang berdampak pada ekonomi masyarakat.


"Intruksi dari pemerintah pusat sudah jelas, harga diturunkan kebutuhan dicukupi. Namun masyarakat dibawah susah cari minyak, kalaupun ada, mahal. Kalau ada minimarket kedapatan nimbun? Izinnya kita Cabut!," Terang Nanang.


Sementara, Kapolres Lamsel, AKBP Edwin mengatakan, langkanya minyak goreng di wilayah Lamsel, dirinya berencana akan melakukan penyelidikan dan investigasi. "Sidak ini merupakan langkah awal. Kedepan, kami akan lakukan penyelidikan, baik dari pasar tradisional, modern, distributor. Bahkan, kalau perlu ke Pabriknya,” Ujarnya.


Jika ditemukan ada penimbunan minyak goreng, lanjut Edwin, pihaknya selalu penegak hukum akan mempidanakan orang tersebut. “Ya kalau kami temukan ada penimbunan, kami akan pidana langsung menangkap orangnya,” Tegasnya.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamsel, Dwi Astuti Beniyati meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama memantau penjualan minyak goreng. "Kalau masyarakat menemukan ada penimbunan, silahkan laporkan ke kami. Kami akan menindaklanjuti,” Pungkasnya. (Red)