Sudah Antre Ber Jam-Jam, Eh! Petugas ASDP Bakauheni Malah Mendahulukan Pemudik yang Baru Mengantre
-->
Kategori Berita

Label

Iklan

Header Menu

Senin, 15 April 2024

Sudah Antre Ber Jam-Jam, Eh! Petugas ASDP Bakauheni Malah Mendahulukan Pemudik yang Baru Mengantre

 


BAKAUHENI, KALIANDANEWS - Para Pemudik dari Palembang memprotes petugas Asdp di pelabuhan eksekutif Bakauheni. pada Minggu (14/4/2024) malam.


Protes tersebut dilakukan lantaran sudah berjam-jam mengantri tetapi petugas pelabuhan mendahulukan pemudik yang memang baru saja mengantri.


Dikutip dari halaman Lampung Geh, Riza pemudik dari Palembang ini bersama para pemudik di barisan kantung parkir yang sama mengaku telah menunggu lama. Bahkan, ada yang sampai sekitar pukul 15.00 WIB. Riza dan puluhan pemudik lainnya yang terjebak hingga 7 jam di areal parkir Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung.


Riza dan puluhan pemudik lainnya yang terjebak hingga 7 jam di areal parkir Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung. 


"Pemudik ini antre lebih dulu. Kita semua tiba ada yg jam 2, jam 3. Kita dateng sesuai antrean, kita sudah tertib, antre parkir satu jam kita tunggu, antre 4 jam kita tunggu, sampai 7 jam kita tunggu," kata Riza.


Ia menjelaskan, tiga baris kantung parkir di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni ditahan untuk tidak masuk kapal karena bergiliran. Namun, ia heran ketika barisan yang baru sampai malah didahulukan.


"Tiba-tiba ada 3 barisan kita di-stop kita pikir kapal penuh. Ada 2 baris mobil masuk, bahkan ada yg baru masuk jam setengah 7, tapi naik kapal duluan," terangnya.


Tak terima dengan peristiwa tersebut, Riza dan pemudik lainnya keluar dari kendaraan dan mempertanyakan ke petugas.


Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan adanya koordinasi kurang baik antara petugas saat pergantian shift.


"Kami menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi. Mungkin bisa dijelaskan, bahwa memang saat ini ada lajur antrean dan sepertinya karena ada pergantian shift," kata Shelvy saat diminta keterangannya.


Menurutnya, insiden tersebut bisa terjadi karena kesalahan jalur antrean, di mana ada kekeliruan pengarahan pengguna jasa atau pemudik yang giliran masuk kapal.


"Mungkin petugasnya ada koordinasi yang kurang baik dan kesalahan ke jalur antrean yang seharusnya belum giliran," kata Shelvy. (Angga J)